Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Kelompok Pro Israel di Inggris Desak Spotify Blokir Lowkey, Ini Alasannya

Senin 28 Mar 2022 06:34 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Nashih Nashrullah

 Ilustrasi foto menunjukkan ikon aplikasi raksasa streaming audio Swedia Spotify. Lagu-lagu Lowkey kritis terhadap penjajahan Israel terhadap Palestina

Ilustrasi foto menunjukkan ikon aplikasi raksasa streaming audio Swedia Spotify. Lagu-lagu Lowkey kritis terhadap penjajahan Israel terhadap Palestina

Foto: EPA-EFE/MATTIA SEDDA
Lagu-lagu Lowkey kritis terhadap penjajahan Israel terhadap Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebuah kelompok Inggris pro-Israel telah menuntut agar aplikasi layanan musik streaming Spotify menghapus lagu dari rapper Inggris, Lowkey. 

Musisi itu dinilai kelompok tersebut aktif sebagai juru kampanye solidaritas Palestina dan pendukung hak-hak rakyat Palestina.

Baca Juga

“Kehadiran musik Lowkey sangat ofensif,” kata Jewish News dalam sebuah wawancara pekan ini dengan pelobi Luke Akehurst, yang merupakan Direktur sebuah kelompok bernama “We Believe in Israel.” 

Dilansir dari Wafa News, Ahad (27/3/2022), surat kabar tersebut melaporkan pada hari Rabu (23/3/2022) bahwa kelompok Pro-Israel tersebut akan berkampanye untuk Spotify agar menghapus puluhan contoh materi yang bermasalah, termasuk lagu Lowkey pada 2009 yang berjudul Long Live Palestine–Part 2.  

Baru-baru ini, penguasa Qatar, Syekh Tamim bin Hamad Al Thani menyebut tuduhan anti-Semitisme telah digunakan secara salah selama ini. Tuduhan itu seakan hanya digunakan untuk menghentikan kritik terhadap pendudukan Israel kepada Palestina selama ini. 

Dia mengkritik Israel atas perlakuannya terhadap Palestina selama 70 tahun terakhir dan mendesak dunia untuk melawan militerisasi global yang berkembang yang menemukan puncaknya dalam perang Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina. 

Syekh Tamim menyebut tuduhan anti-Semitisme selama ini menghalangi kemampuan untuk mengkritik Israel karena menduduki tanah warga Palestina. 

Komentar Sheikh Tamim datang ketika Bahrain dan Uni Emirat Arab pada 2020 mengatur hubungan diplomatik dengan Israel. 

“Perlu dicatat di sini bahwa tuduhan anti-Semitisme sekarang digunakan secara salah terhadap semua orang yang mengkritik kebijakan Israel. Dan ini menimpa perjuangan melawan rasisme dan anti-Semitisme yang sebenarnya,” kata Syekh Tamim dalam forum Doha dilansir dari The New Arab, Sabtu (26/3/2022).   

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA