Senin 28 Mar 2022 02:33 WIB

Israel-AS Sepakat Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir 

Iran dan AS telah terlibat dalam negosiasi tak langsung pemulihan kesepakatan nuklir.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Muhammad Hafil
telah terlibat dalam negosiasi tak langsung pemulihan kesepakatan nuklir. Foto:   Ilustrasi Bom Nuklir
Foto: Foto : MgRol112
telah terlibat dalam negosiasi tak langsung pemulihan kesepakatan nuklir. Foto: Ilustrasi Bom Nuklir

REPUBLIKA.CO.ID,TEL AVIV -- Israel dan Amerika Serikat (AS) akan bekerja sama untuk mencegah Iran membangun serta memiliki senjata nuklir. Sejak April 2021, Washington dan Teheran telah terlibat dalam negosiasi tak langsung pemulihan kesepakatan nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

“Kami memiliki ketidaksepakatan tentang perjanjian nuklir serta konsekuensinya, tapi dialog yang terbuka dan jujur adalah bagian dari kekuatan persahabatan kami. Israel dan AS akan terus bekerja sama untuk mencegah nuklir Iran,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Yair Lapid dalam konferensi pers bersama Menlu AS Antony Blinken di Yerusalem, Ahad (27/3), dikutip laman Al Arabiya.

Baca Juga

Israel diketahui menentang keputusan AS untuk kembali bergabung ke JCPOA. Washington hengkang dari kesepakatan tersebut pada 2018 di bawah pemerintahan mantan presiden Donald Trump. Menurut Trump, JCPOA adalah perjanjian “cacat” karena tak turut mengatur program rudal balistik Iran dan perannya dalam mendestabilisasi kawasan. Setelah keluar, Trump memberlakuan lagi sanksi ekonomi berlapis terhadap Teheran.

Menurut Israel, jika pemulihan JCPOA tercapai dengan tetap mempertahankan ketentuan saat ini, hal itu bakal menjadi kesalahan strategis. Sementara itu, koordinator Uni Eropa untuk negosiasi pemulihan JCPOA, Enrique Mora, bertemu dengan kepala perunding Iran Ali Bagheri di Teheran pada Ahad. “Bagheri menekankan bahwa kesepakatan (pemulihan JCPOA) dapat dicapai jika pihak Amerika realistis,” kata kantor berita Iran, Islamic Republic News Agency.

Lewat akun Twitter pribadinya, Mora pun menyampaikan keinginannya agar kesepakatan pemulihan JCPOA dapat segera tercapai. “Kita harus menyelesaikan negosiasi ini. Banyak yang dipertaruhkan,” tulisnya.

Baik AS, Iran, maupun pihak lainnya dalam JCPOA telah memberi isyarat dalam beberapa pekan terakhir bahwa negosiasi pemulihan hampir mencapai kesepakatan. Namun para pihak di luar Washington dan Teheran menilai, dibutuhkan “keputusan politik” oleh kedua negara tersebut agar pembicaraan pemulihan dapat ditutup dengan sebuah kesepakatan. Hingga berita ini ditulis, kesepakatan dalam pemulihan JCPOA belum juga tercapai. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement