Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Dokter: Masalah Gigi Berlubang pada Anak Sangat Tinggi

Jumat 25 Mar 2022 20:18 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti

Masalah gigi berlubang pada anak masih sangat tinggi. (ilustrasi)

Masalah gigi berlubang pada anak masih sangat tinggi. (ilustrasi)

Foto: Pixabay/Bigbear
Gigi berlubang pada anak usia enam tahun persentasenya mencapai 93 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perawatan gigi sejatinya lebih baik dimulai sejak awal, bahkan saat gigi belum tumbuh. Masalah yang timbul sejak kecil juga akan memengaruhi susunan gigi saat dewasa.

Dokter spesialis kedokteran gigi anak, drg Eka Sabaty Shofiyah, mengatakan saat ini masalah gigi berlubang pada anak-anak masih sangat tinggi. Padahal, masalah pada gigi ini otomatis akan berpengaruh terhadap keseharian anak.

Baca Juga

“WHO menyebut kondisi gigi sakit termasuk berlubang sebenarnya bisa dicegah, dirawat di tahap sangat dini,” kata Eka dalam webinar peluncuran pasta gigi Momami yang disimak Kamis (24/3/2022). 

Kunci untuk mencegah gigi berlubang adalah lakukan kunjungan dokter rutin sejak dini. Rekomendasinya paling telat pada usia satu tahun. 

Sejak sebelum tumbuh gigi, juga sebetulnya sudah penting dilakukan intervensi pencegahan. Atau bisa datang ke dokter sudah tumbuh satu gigi.

Tujuannya untuk mencegah atau intervensi sedini mungkin untuk masalah berlubang dan juga problem lainnya. Dokter sekaligus akan menyarankan bagaimana perawatan sehari-hari di rumah. Itu seperti rutin menyikat gigi, menggunakan pasta gigi berfluoride, hingga berkumur hanya cukup sekali agar mengoptimalkan proses kerja kandungan tersebut.

Menurut data pemerintah tahun 2018, gigi berlubang pada anak usia enam tahun, persentasenya mencapai 93 persen dengan satu orangnya bisa lebih dari enam gigi. Padahal, kata Eka, gigi ini suatu hal penting yang harus dijaga.

Bagian mulut adalah tempat masuknya asupan gizi bagi anak yang diperlukan untuk masa pertumbuhan. Selain itu, kondisi gigi juga berkaitan dengan rasa percaya diri anak.

“Kalau giginya rusak tentu akan kurang percaya diri. Mulut itu sumber kenyamanan jadi diperhatikan sejak dini,” kata Eka.

 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA