Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

RSUI Resmi Buka Layanan Tuberkulosis Resistensi Obat 

Jumat 25 Mar 2022 18:02 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Fuji Pratiwi

RSUI Depok. RSUI resmi membuka layanan TB RO.

RSUI Depok. RSUI resmi membuka layanan TB RO.

Foto: Republika/Rusdy Nurdiansyah
Layanan TB RO RSUI sudah memiliki layanan yang lengkap.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia 2022 atau World TB Day 2022 yang bertema Invest to End TB, Save Lives; Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menggelar acara Kick-Off Layanan Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO).

Tahun 2020, berdasarkan data global TB, insiden tuberkulosis resisten obat (TB RO) di Indonesia sebanyak 24 ribu kasus atau ada 8,8 kasus per 100 ribu penduduk, sedangkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Jabar) dari bulan Januari sampai dengan Juni 2021 tercatat ada 657 kasus TB RO. Dengan adanya peningkatan kasus TB RO, layanan TB RO RSUI diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk berkontribusi mengurangi kasus TB RO dan meningkatkan kesembuhan serta dapat mempermudah akses pasien TB RO di Kota Depok dan sekitarnya.

Baca Juga

Layanan TB RO RSUI didukung dengan fasilitas sarana dan prasarana yang lengkap serta tenaga kesehatan yang terlatih dan kompeten di bidangnya untuk melayani pasien TB RO. Direktur Utama RSUI, Astuti Giantini, menuturkan, layanan TB RO RSUI sudah memiliki dokter spesialis paru yang lengkap, tim perawat, ahli gizi, dan tim farmasi yang kompeten sehingga sudah siap untuk melayani TB RO secara terpadu. "Selain itu, fasilitas penunjang seperti tes cepat molekuler (TCM) dan radiologi dengan sistem Artificial Intelligence (AI) juga diharapkan mampu menjadikan RSUI sebagai rumah sakit yang mampu melayani pasien TB RO di kota Depok dan sekitarnya," ujar Astuti, Jumat (25/3/2022).

Berdasarkan TB RO Dinkes Jabar 2021 terdapat kasus 87 kasus TB RO di Kota Depok, dari kasus tersebut pasien yang sadar untuk memulai kembali pengobatan TB RO hanya 53 pasien atau sekitar 61 persen. "Faktor tersebut salah satunya disebabkan oleh kurangnya fasilitas kesehatan yang ada di kota Depok. Fasilitas kesehatan yang melayani TB RO, berdasarkan data tahun 2021 hanya ada sembilan fasilitas kesehatan," ungkap Astuti.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Kota Depok, Sri Utomo, mengatakan, jumlah pasien TB RO sebenarnya sudah cukup banyak. Namun, selama ini pasien tersebut terpaksa harus berobat di luar Kota Depok, antara lain ke Jakarta dan Bogor. "Dengan dibukanya layanan TB RO di RSUI dapat memberikan manfaat yang signifikan agar pasien TB RO yang berdomisili di kota Depok dan sekitarnya dapat lebih mudah untuk mendapatkan pengobatan," kata Sri Utomo.

Kick off Layanan TB RO ini diikuti dengan Acara Seminar Awam Bicara Sehat dengan tajuk utama: Kuman di Udara dan Tuberkulosis, Bagaimana Faktanya? dengan narasumber Dr. dr. RR. Diah Handayani, Sp.P(K) yang membawakan materi dengan tema “Waspada Tuberkulosis Resisten Obat di Masa Pandemi”, serta dr. Dimas Seto Prasetyo, Sp.MK(K) yang membawakan materi dengan tema “Kuman di Udara Penyebab Tuberkulosis, Bagaimana Kendalinya?”. 

Pada acara ini juga ditampilkan video edukasi tuberkulosis dan video alur pasien layanan TB RO di RSUI. Semoga dengan dibukanya layanan TB RO yang bertepatan dengan World TB Day 2022 ini mampu meningkatkan penurunan kasus TB RO baik di kota Depok dan di Provinsi Jabar.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA