Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Kepulauan Marshall Pertimbangkan Usir Kapal Pesiar Rusia

Jumat 25 Mar 2022 23:25 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Kapal pesiar yang diyakini pernah dimiliki oleh oligarki Rusia. Kepulauan Marshall mempertimbangkan

Kapal pesiar yang diyakini pernah dimiliki oleh oligarki Rusia. Kepulauan Marshall mempertimbangkan "mengusir" kapal pesiar Rusia yang terdaftar di negara Samudra Pasifik itu

Foto: AP/Colleen Barry
Kepulauan Marshall mempertimbangkan "mengusir" kapal pesiar Rusia yang terdaftar

REPUBLIKA.CO.ID, KEPULAUAN MARSHALL -- Menteri Luar Negeri Kepulauan Marshall Casten Nemra mengatakan pemerintahnya mempertimbangkan "mengusir" kapal pesiar Rusia yang terdaftar di negara Samudra Pasifik itu. Barat memberlakukan sanksi pada kapal-kapal pesiar Rusia atas invasi ke Ukraina.

Kepulauan Marshall, Panama dan Liberia merupakan negara favorit untuk mendaftarkan kapal persiar. Pernyataan Nemra ini disampaikan dalam kunjungannya ke Taiwan. Ia menegaskan Kepulauan Marshall yang merupakan sekutu dekat AS mengecam keras serangan Rusia.

"Kami juga memiliki salah satu program pendaftar kapal untuk kapal berbendera di seluruh industri perkapalan global," katanya, Jumat (25/3/2022).

"Kami juga sedang hendak mengusir kapal pesiar milik Rusia atau yang tercatat dan tercantum dalam daftar sanksi, kami melakukan bagian kami, bekerja sama dengan sejumlah negara," katanya.

Ia tidak menjelaskan dan tidak diketahui bagaimana dampaknya kapal-kapal tersebut. Negara-negara Barat telah menyita kapal pesiar mewah milik oligarki Rusia atas invasi ke Ukraina. Rusia menyebut invasi itu sebagai operasi militer khusus.

Sanksi-sanksi tersebut mendorong kapal-kapal pesiar mewah pindah dari pelabuhan-pelabuhan Eropa dalam beberapa pekan terakhir. Beberapa berangkat menuju Maladewa yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat (AS).

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA