Jumat 25 Mar 2022 17:24 WIB

Kemenag Gelar Sidang Isbat Pekan Depan

Pekan depan Kemenag gelar sidang isbat.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Kemenag Gelar Sidang Isbat Pekan Depan. Foto: Petugas Kementerian Agama meneropong posisi hilal guna menentukan awal bulan Syawal 1442 H di Pantai Anyer, Serang, Banten, Selasa (11/5/2021). Pengamatan dilakukan saat Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbath untuk menentukan hari Lebaran Iedul Fitri atau 1 Syawal 1442 H.
Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Kemenag Gelar Sidang Isbat Pekan Depan. Foto: Petugas Kementerian Agama meneropong posisi hilal guna menentukan awal bulan Syawal 1442 H di Pantai Anyer, Serang, Banten, Selasa (11/5/2021). Pengamatan dilakukan saat Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbath untuk menentukan hari Lebaran Iedul Fitri atau 1 Syawal 1442 H.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat 1 Ramadan 1443 H pada Jumat (1/4) petang mendatang. Dalam sidang ini, Kemenag akan menetapkan awal puasa Ramadhan yang akan dilaksanakan umat Islam Indonesia. 

Seperti tahun sebelumnya, Sidang Isbat ini akan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi Kementeran Agama dan akan didahului dengan Seminar Pemaparan Posisi Hilal oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag.

Baca Juga

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib menjelaskan, sidang Isbat akan mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan (rukyatul) hilal. Secara hisab, kata dia, semua sistem sepakat bahwa ijtimak menjelang Ramadan jatuh pada Jumat (1/4) April 2022 atau bertepatan dengan 29 Syakban 1443 H sekitar pukul 13.24 WIB. 

“Pada hari rukyat, 29 Syakban 1443 Hijriah, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 1 derajat 6,78 menit sampai dengan dua derajat 10,02 menit," ujar Adib dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Jumat (25/4).

Untuk menentukan awal Ramadan 1443 H, menurut Adib, pihaknya masih harus menunggu hasil rukyatul (pemantauan) hilal. “Kemenag telah menetapkan 101 lokasi titik rukyatul hilal di seluruh Indonesia. Rukyatul hilal tersebut akan dilaksanakan oleh Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota, bekerjasama dengan Peradilan Agama dan Ormas Islam serta instansi lain, di daerah setempat,” ucap Adib.

“Hasil rukyatul hilal yang dilakukan ini selanjutnya akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan Sidang Isbat Awal Ramadan 1443 H,” kata dia. 

Kepala Subdit Hisab Rukyat dan Syariah Ismail Fahmi menambahkan, sidang isbat awal Ramadan 1443 Hijriah tersebut akan dihadiri sejumlah Duta Besar Negara Sahabat, Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Lembaga dan instansi terkait, Anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama, dan Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Islam dan Pondok Pesantren.

“Sidang akan digelar secara hybrid, yakni daring dan luring. Sebagian peserta hadir di lokasi acara, sebagian mengikuti secara online melalui zoom meeting,” jelas Ismail.

“Hasil sidang isbat akan disiarkan langsung oleh TVRI sebagai TV Pool dan juga RRI. Penyampaian hasil sidang isbat juga disiarkan secara langsung melalui media sosial Kementerian Agama,” katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement