Kamis 24 Mar 2022 18:59 WIB

Seorang Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kelapa Gading

Berdasarkan CCTV tak ada orang yang mendekati mobil korban.

Rep: Ali Mansur/ Red: Agus raharjo
Korban tewas (ilustrasi)
Foto: www.metro.co.uk
Korban tewas (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang pria berinisial EJZ (32) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam mobil yang terparkir di sebuah apartemen di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (23/3/2022).  Korban ditemukan tewas dalam kondisi duduk di kursi penumpang di bagian tengah atau dibelakang sopir.

"Setelah kami datang ke TKP kami menemukan kondisi korban sudah tidak bernyawa dengan posisi duduk di posisi tengah belakang sopir pengemudi didalam mobil Daihatsu Xenia dengan kondisi kaca pecah bagian depan sebelah kiri," ujar Kapolsek Kelapa Gading Kompol Rio Tobing, saat dikonfirmasi, Kamis (24/3/2022).

Baca Juga

Lanjut Rio, berdasarkan keterangan saksi yang pertama kali menemukan korban adalah istri korban dan sekuriti apartemen. Pada saat ditemukan, posisi mobil tersebut terkunci dari dalam. Kemudian kunci mobil berada di sebelah kiri korban. Sekuriti mencoba membuka mobil dengan cara memecahkan kaca jendela sebelah kiri bagian depan.

"Kemudian ditemukan juga pisau yang diduga digunakan untuk menusuk leher korban dengan luka kurang lebih panjang 3-5 cm melintang bagian leher tengah. Pisau ditemukan di sebelah kanan doortrim," kata Rio.

Selanjutnya, kata Rio, memeriksa kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Sekitar pukul 16.30 WIB hingga pukul 20.30 WIB pada saat korban ditemukan tewas tidak ditemukan adanya orang lain yang mendekat dan menghampiri mobil tersebut. Hingga saat ini sudah ada lima orang saksi yang diperiksa, yaitu tiga orang dari sekuriti dan dua orang keluarga.

"Dari sebelum atau sesudah korban dalam keadaan tidak bernyawa, tidak ditemukan adanya orang lain. Saat ini sedang menunggu hasil visum di RSCM," kata Rio

Menurut Rio, dari pengakuan pihak keluarga memang dalam satu bulan terakhir dari bulan Februari, korban mengalami depresi. Diduga korban ada masalah ditempat bekerja. Namun pihak kepolisian masih mendalami lagi terkait permasalahan di tempat korban bekerja.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement