Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Buntut Kecelakaan Marc Marquez, Repsol Honda akan Diskusi dengan Michelin

Kamis 24 Mar 2022 13:53 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Marc Marquez terjatuh keras saat sesi pemanasan di MotoGP 2022 Seri II di Mandalika International Street Circuit, Nusa Tenggara  Barat (NTB), Indonesia, Ahad (20/3/2022).

Marc Marquez terjatuh keras saat sesi pemanasan di MotoGP 2022 Seri II di Mandalika International Street Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia, Ahad (20/3/2022).

Foto: dok MotoGP 2022
Perubahan ban yang amat cepat menyulitkan bagi para pembalap untuk tampil konsisten.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Kecelakaan yang menimpa juara dunia delapan kali Marc Marquez di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, pada GP Indonesia akhir pekan kemarin menyisakan pertanyaan bagi Repsol Honda tentang ban. Marquez mengalami kecelakaan sejak hari partama dan puncaknya pada pemanasan jelang balapan sehingga ia tak bisa ikut balapan karena gegar otak.

Manajer tim Repsol Honda Alberto Puig prihatin atas kecelakaan yang dialami Marquez di Mandalika. Ia memegang beberapa catatan usai kejadian tersebut. Ia pun akan mendiskusikan itu dengan Michelin terkait ban.

Baca Juga

“Poin Satu: Marc mengalami banyak kecelakaan dan tidak bisa balapan. Poin Kedua: Di pramusim kami sangat cepat dan kemudian tiba-tiba Michelin mengganti ban dan motor kami juga berubah total. Kami masih belum sepenuhnya memahami apa yang terjadi dan kami harus berdiskusi secara mendalam dengan Michelin mengenai situasi ban,” kata Puig, dilansir dari Crash, Kamis (24/3/2022).

Menurut Puig, perubahan yang sangat cepat menyulitkan bagi pembalap untuk tampil konsisten dan merusak kepercayaan diri. Secara keseluruhan Puig mengeklaim timnya tak bahagia selama akhir pekan di Mandalika.

Pol Espargaro menjadi yang tercepat pada tes pramusim bulan lalu sehingga favorit sebagai juara di balapan resmi. Namun cuaca panas membuat Michelin memasang casing ban tahan panas khusus untuk GP Indonenesia yang sudah tak digunakan sejak Buriram pada 2018.

Ducati dan KTM tampaknya mengambil langkah maju, dengan pengendara seperti Jack Miller menikmati stabilitas casing yang dimodifikasi. Yamaha dan Aprilia tampil kurang lebih sama, Fabio Quartararo menyamai lap uji terbaik Espargaro untuk pole position.

Kecelakaan Marquez dan Espargaro secara terbuka mempertanyakan pada hari Sabtu, apakah ban depannya bisa menyelesaikan balapan. Pembalap lain juga mengalami masalah yang sama dengan ban seperti yang dirasakan pembalap Suzuki Alex Rins.

“Dengan ban depan kami berada di batasnya. Tapi ketika kami mencoba senyawa yang paling sulit, itu terlalu sulit,” ujar Rins.

Pun dengan Joan Mir merasa kesulitan pada akhir pekan kemarin. Ia mengatakan lebih berjuang agar tidak jatuh daripada finis terdepan. Dengan modifikasi ban, Mir mengaku berjuang lebih keras. Masalah terbesar yang menjadi catatannya adalah saat masuk tikungan.

"Saya tidak akan bisa, dalam kondisi ini, menyelesaikan balapan. Saya pikir saya akan jatuh, jujur. Saya terlalu banyak membatasi di setiap tikungan dan seperti ini sangat mudah untuk membuat kesalahan,” jelas Mir.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA