Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Lulusan Akademi Chelsea Sebut Eden Hazard Punya Keajaiban

Kamis 24 Mar 2022 10:22 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Gelandang Real Madrid, Eden Hazard. Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti memastikan Hazard bertahan di Madrid.

Gelandang Real Madrid, Eden Hazard. Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti memastikan Hazard bertahan di Madrid.

Foto: EPA-EFE/JuanJo Martin
Cedera membuat Hazard kini tersingkir dari skuad utama Real Madrid.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Lulusan akademi Chelsea Dujon Sterling mengungkapkan bagaimana keajaiban Eden Hazard. Dujan yang kini bermain untuk Blackpool di kompetisi EFL mengaku Hazard adalah pemain pertama yang membuatnya terkesan.

“Untungnya saya tidak pernah melawan dia dalam latihan. Biasanya saya berada di timnya dan saya harus melihat keajaibannya. Dia adalah pemain hebat dan pria yang baik secara umum. Dia hanya berada di level yang berbeda,” kata Dujan dilansir dari Sportskeeda, Kamis (24/3/2022).

Baca Juga

Dujan bergabung dengan akademi Chelsea pada 2007 dan menghabiskan 10 tahun berikutnya untuk mengembangkan dirinya. Ia melakukan debut tim utama di Piala EFL dalam kemenangan 5-1 atas Nottingham Forest di babak ketiga pada September 2017.

Namun kurangnya peluang di tim utama dan cedera hamstring jangka panjang yang dideritanya membatasinya di Stamford Bridge. Oleh karena itu, ia harus menerima beberapa kali dipinjamkan ke klub lain. Sementara Hazard gagal menemukan keajaibannya ketika pindah dari Chelsea ke Real Madrid.

Tak dapat disangkal bahwa Hazard merupakan pemain terbaik dunia yang kekuatannya sangat besar bagi the Blues. Penampilan luar biasanya di London membuat Madrid nyaris setiap saat menggoda Hazard agar melepasnya namun selalu ditolak.

Los Blancos baru bisa mengontraknya pada musim panas 2019 dengan harga 146 juta euro. Tetapi dalam kenyataannya, Hazard tak sesuai ekspektasi ketika tiba di Santiago Bernabeu. Ia lebih banyak berjuang sembuh dari cedera dan menurunkan berat badannya pada tahap awal keberadaannya di Madrid.

Cedera membuat pemain internasional Belgia tersebut tersingkir dari tim utama Madrid. Dan kini ia sedang berjuang menemukan kembali performa terbaiknya di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Sejauh ini ia mencetak enam gol dalam 65 penampilan selama lebih dari tiga tahun.

Catatan statistik tersebut jelas sangat mengecewakan mengingat performanya yang luar biasa ketika di Chelsea, yakni mencetak 110 gol dan 92 assist dalam 352 laga.  Maka dari itu, Madrid tampaknya sudah menyerah dan bersiap melepasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA