Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Jelang Ramadhan, Pemkab Gunung Kidul Minta Masyarakat Tetap Taati Prokes

Rabu 23 Mar 2022 21:52 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Pemkab Gunung Idul mengingatkan kembali agar masyarakat setempat tetap menaati prokes. (ilustrasi)

Pemkab Gunung Idul mengingatkan kembali agar masyarakat setempat tetap menaati prokes. (ilustrasi)

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Menjelang Ramadhan, masyarakat setempat biasanya menjalankan tradisi padusan.

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL -- Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau masyarakat setempat tetap menaati protokol kesehatan secara ketat. Hal tersebut diminta tetap dilakukan meski ada penurunan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dari level 4 turun ke 3.

Wakil Bupati Gunung Kidul, Heri Susanto, mengatakan penambahan harian Covid-19 di daerah itu memang tidak tinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota di DIY karena kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan tinggi. "Kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan cukup tinggi," katanya.

Namun demikian, ia meminta warga memperkuat protokol kesehatan apalagi saat ini sudah mendekati Ramadhan. "Pengalaman (Ramadhan) sebelumnya memang tidak ada klaster baru dari kegiatan masyarakat, tapi kami harap protokol kesehatan tetap dijaga," kata Heri.

Ia mengatakan saat menjelang Ramadhan atau dimulai puasa, masyarakat biasanya menjalankan tradisi padusan. Tradisi ini dilakukan dengan cara mandi di berbagai tempat mulai dari kolam hingga pantai untuk membersihkan diri.

"Kami tidak bisa melarang masyarakat melakukan tradisi padusan menjelang puasa. Padusan sudah menjadi tradisi masyarakat dan bagian dari kearifan lokal. Kami hanya bisa mengimbau kepada masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan," katanya.

Heri Susanto mengatakan saat ini, Pemkab Gunung Kidul mengejar capaian vaksinasi Covid-19, termasuk vaksinasi penguat. Upaya tersebut dilakukan sebagai antisipasi menjelang liburan Idul Fitri 2022.

Saat ini masyarakat mulai merasa aman sehingga merasa vaksin tidak lagi diperlukan. Namun, pihaknya tetap berupaya agar warga tetap bersedia menerima suntikan vaksin. "Vaksinasi Covid-19 adalah kunci dalam pencegahan penyebaran COVID-19 dan mengurangi dampak bila papar Covid-19. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti vaksin di fasilitas kesehatan terdekat," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunung Kidul Dewi Irawaty mengungkapkan kekhawatiran di libur Idul Fitri 2022 karena biasanya aktivitas masyarakat akan lebih meningkat dibandingkan dengan hari biasa. "Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan melakukan vaksin di fasilitas kesehatan terdekat untuk mengurangi dampak paparan Covid-19," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA