Sunday, 14 Rajab 1444 / 05 February 2023

Pemkot Jakpus Pasang Pembatas agar Masjid Istiqlal Steril dari PKL

Rabu 23 Mar 2022 20:24 WIB

Red: Ratna Puspita

Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
Pemkot Jakpus pasang barrier di pintu masuk As Salam di seberang halte Transjakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus) akan memasang pembatas (barrier) di pintu masuk Masjid Istiqlal agar steril dari pedagang kaki lima (PKL). Pemkot Jakpus akan melakukan uji coba sterilisasi PKL di Masjid Istiqlal, tepatnya di pintu masuk As Salam di seberang halte Transjakarta pada Kamis (24/3/2022).

"Besok kita uji coba pasang barrier kurang lebih 50 barrier supaya mereka (PKL) tidak bisa berdagang," kata Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi saat ditemui di Kantor Walikota Jakarta Pusat, Rabu (23/3/2022).

Irwandi menjelaskan, Pemkot Jakpus sudah berkoordinasi dengan Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin guna memastikan tidak ada PKL yang berdagang di pintu masuk Masjid Istiqlal. Adapun, sterilisasi PKL ini, kata Irwandi, merupakan permintaan dari Imam Besar Istiqlal Nasaruddin Umar, untuk penataan Masjid menjelang bulan suci Ramadhan.

"Parkirnya akan kita tata lagi, kita minta di depan (Istiqlal) itu bersih pada Ramadhan ini. Setelah renovasi, New Istiqlal itu inginnya tertib dan bersih, itu permintaan dari Imam Besar Istiqlal," kata Irwandi.

Pada Ramadhan nanti, kapasitas pengunjung untuk melakukan ibadah rencananya bisa mencapai 100 persen. Selain itu, sejumlah pejabat mulai dari duta besar, menteri dan tidak tertutup kemungkinan Presiden Joko Widodo akan beribadah di Masjid Istiqlal pada Ramadhan maupun Hari Raya Idul Fitri nanti.

"Jadi akan banyak orang-orang penting yang akan hadir di situ. Kalau itu kumuh, mereka kan juga agak risih. Itu yang diharapkan di bulan Ramadhan di Istiqlal ini," kata Irwandi.

Guna mencegah PKL yang tetap berdagang, Pemkot Jakpus juga akan mendirikan posko yang dijaga oleh personel Satpol PP, TNI dan Polri untuk membantu pengamanan.

Sumber : Antara

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA