Rabu 23 Mar 2022 18:48 WIB

Prancis Kirim Kendaraan dan Pasokan Penyelamatan

Prancis kirim kendaraan tim penyelamat dan peralatan darurat dikirim untuk Ukraina

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Penduduk lokal membawa air dari gudang makanan, di wilayah yang berada di bawah kendali Pemerintah Republik Rakyat Donetsk, di pinggiran Mariupol, Ukraina, Jumat (18/3/2022). Pihak berwenang Prancis mengatakan kendaraan tim penyelamat dan peralatan darurat yang dikirim untuk Ukraina
Foto: AP Photo/Alexei Alexandrov
Penduduk lokal membawa air dari gudang makanan, di wilayah yang berada di bawah kendali Pemerintah Republik Rakyat Donetsk, di pinggiran Mariupol, Ukraina, Jumat (18/3/2022). Pihak berwenang Prancis mengatakan kendaraan tim penyelamat dan peralatan darurat yang dikirim untuk Ukraina

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS — Pihak berwenang Prancis mengatakan kendaraan tim penyelamat dan peralatan darurat yang dikirim untuk Ukraina sudah berangkat dari Paris. Bantuan itu akan digunakan layanan darurat Ukraina.

Dalam pernyataannya Rabu (23/3/2022) Kementerian Luar dan Dalam Negeri Prancis mengatakan 100 pemadam kebakaran dan tim penyelamat akan berangkat bersama kendaraan dan peralatan darurat ke Romania, perbatasan Ukraina.

Baca Juga

Bantuan itu terdiri dari 11 mesin pemadam kebakaraan, 16 mobil penyelamat, dan 23 truk yang membawa 49 ton peralatan darurat dan kesehatan.

Bantuan itu tambahan dari 21 ambulan baru yang dikirim Selasa (22/3/2022) kemarin. Pernyataan tersebut kementerian menambahkan operasi ini bertujuan membantu Lembaga Situasi Darurat Ukraina untuk "memobilisasi bantuan kepada para korban siang dan malam."

Sementara itu pemimpin Ukraina menuduh Rusia menculik 15 tim penyelamat dan supir dari konvoi yang membawa bantuan kemanusiaan. Tim tersebut membawa makanan dan pasokan lainnya ke Kota Mariupol yang dikepung rapat Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperkirakan masih ada sekitar 100 ribu orang yang berada di kota pelabuhan tersebut. Kota yang menghadap Laut Azov itu menjadi medan pertempuran terburuk invasi Rusia ke Ukraina.

"Mereka membom kami selama 20 hari, selama lima hari terakhir pesawat-pesawat terbang di atas kami setiap lima detik dan menjatuhkan bom di mana-mana, gedung-gedung tempat tinggal, taman kanak-anak, sekolah seni, di mana-mana," kata warga Mariupol, Viktoria Totsen yang melarikan diri ke Polandia.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement