Rabu 23 Mar 2022 16:22 WIB

Otoritas China Temukan Kejanggalan di Jatuhnya China Eastern Airlines, Ini Penjelasannya

Pesawat China Eastern Airlines menukik jatuh secara tiba-tiba.

 Dalam gambar yang diambil dari rekaman video yang dijalankan oleh CCTV China, tentara melakukan operasi pencarian di lokasi kecelakaan pesawat di Kabupaten Tengxian di Daerah Otonomi Guangxi Zhuang China selatan, Selasa, 22 Maret 2022. Dompet bernoda lumpur. kartu bank. Kartu identitas resmi. Beberapa barang pribadi dari 132 nyawa yang diduga hilang dijajarkan oleh petugas penyelamat yang menjelajahi lereng gunung terpencil pada hari Selasa untuk mencari puing-puing pesawat China Eastern yang satu hari sebelumnya secara misterius jatuh dari langit dan meledak menjadi bola api besar.
Foto: CCTV melalui AP Video
Dalam gambar yang diambil dari rekaman video yang dijalankan oleh CCTV China, tentara melakukan operasi pencarian di lokasi kecelakaan pesawat di Kabupaten Tengxian di Daerah Otonomi Guangxi Zhuang China selatan, Selasa, 22 Maret 2022. Dompet bernoda lumpur. kartu bank. Kartu identitas resmi. Beberapa barang pribadi dari 132 nyawa yang diduga hilang dijajarkan oleh petugas penyelamat yang menjelajahi lereng gunung terpencil pada hari Selasa untuk mencari puing-puing pesawat China Eastern yang satu hari sebelumnya secara misterius jatuh dari langit dan meledak menjadi bola api besar.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING  -- Otoritas China memastikan tidak ada satu pun korban kecelakaan China Eastern Airlines yang selamat dan menganggap jatuhnya pesawat jenis Boeing 737-800 di Daerah Otonomi Guangxi, Senin (21/3). Namun kecelakaan seperti ini dinilai sangat jarang terjadi dan janggal.

"Tak ada seorang pun dari 132 penumpang di dalam pesawat yang kecelakaan itu yang berhasil ditemukan," demikian pejabat Badan Penerbangan Sipil China (CAAC) dalam pernyataan pers di Nanning, ibu kota Guangxi, Selasa (22/3) malam.

Baca Juga

Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan di lokasi kejadian di perbukitan Kabupaten Tengxian, Guangxi. Otoritas penerbangan menyebut peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba, tanpa terlihat ada asap di udara sebelumnya. "Kondisi jatuhnya yang vertikal itu sangat janggal," kata otoritas terkait.

CAAC mengungkapkan bahwa pesawat bernomor penerbangan MU-5735 yang berangkat dari Kunming tujuan Guangzhou itu berada di ketinggian 8.900 meter saat memasuki wilayah kendali lalu lintas udara (ATC) Guangzhou pada Senin pukul 14.17 waktu setempat (13.17 WIB). "Namun level ketinggian itu menurun secara tiba-tiba pada pukul 14.20," kata Kepala Kantor Keselamatan Penerbangan CAAC Zhu Tao

Petugas ATC Guangzhou berulang kali melakukan panggilan kepada awak pesawat tersebut, namun tidak ada respons sama sekali. Zhu mengatakan, pesawat tersebut hilang dari pantauan radar pada pukul 14.23 dan kemudian ditemukan jatuh di wilayah Kabupaten Tengxian, yang secara administratif berada di bawah Pemerintah Kota Wuzhou.

Ia memastikan tidak ada satu pun warga negara asing di dalam pesawat MU-5735 itu."Otoritas belum mendapatkan petunjuk jelas yang menyebabkan peristiwa kecelakaan itu terjadi," ujarnya.

Kepala China Eastern Airlines Cabang Kunming, Provinsi Yunnan, Sun Shiying, menyatakan telah berhasil menghubungi keluarga dari 123 penumpang dalam jangka waktu 24 jam pascakecelakaan. Lebih dari 2.000 orang dilibatkan dalam upaya pencarian para korban, termasuk dengan menurunkan berbagai jenis alat.

"Medan lokasi kecelakaan di hutan puncak perbukitan sangat menyulitkan upaya pencarian kotak hitam sehingga kami hanya bisa mengandalkan drone dan staf," kata Zhu Xiaodong dari SAR Guangzhou, yang turut melakukan pencarian dengan mengerahkan drone,sebagaimana dikutip media setempat.

Boeing China bersama China Eastern Airlines serta beberapa pakar teknis juga dilibatkan oleh CAAC untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement