Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Hujan Lebat Jadi Kendala Pencarian Korban dan Kotak Hitam China Eastern

Rabu 23 Mar 2022 12:18 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Petugas pemerintah mengontrol akses di pintu masuk desa Lv yang mengarah ke lokasi kecelakaan pada Rabu, 23 Maret 2022, di provinsi Guangxi, China barat daya. Hujan di wilayah China selatan pada Rabu (23/3/2022) menghentikan pencarian korban dan kotak hitam China Eastern Airlines, yang jatuh ke lereng gunung.

Petugas pemerintah mengontrol akses di pintu masuk desa Lv yang mengarah ke lokasi kecelakaan pada Rabu, 23 Maret 2022, di provinsi Guangxi, China barat daya. Hujan di wilayah China selatan pada Rabu (23/3/2022) menghentikan pencarian korban dan kotak hitam China Eastern Airlines, yang jatuh ke lereng gunung.

Foto: AP/Ng Han Guan
China Eastern tiba-tiba jatuh dari ketinggian jelajah ke pegunungan di Guangxi.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Hujan di wilayah China selatan pada Rabu (23/3/2022) menghentikan pencarian korban dan kotak hitam China Eastern Airlines, yang jatuh ke lereng gunung. Air hujan mengisi depresi di tanah lunak yang disebabkan oleh dampak kecelakaan itu, sehingga berisiko terjadi tanah longsor dan dapat membahayakan petugas penyelamat.

Hujan lebat diperkirakan akan berlangsung selama pekan ini. Sebelumnya pada Senin (21/3/2022), maskapai China Eastern Airlines dengan nomor penerbangan MU5735 sedang dalam perjalanan dari kota Kunming ke Guangzhou. 

Baca Juga

Pesawat jet Boeing 737-800 itu, tiba-tiba jatuh dari ketinggian jelajah ke  pegunungan di wilayah Guangxi. Hingga kini penyebab kecelakaan belum diketahui, dan otoritas penerbangan memperingatkan bahwa penyelidikan akan sangat sulit karena kerusakan pesawat cukup parah.

China telah membuat langkah besar dalam meningkatkan standar keselamatan udara selama dua dekade terakhir. Jatuhnya China Eastern Airlines adalah kecelakaan besar pertama dalam belasan tahun.

Kecelakaan tersebut mendorong regulator penerbangan untuk meluncurkan inspeksi yang akan melibatkan pemeriksaan di semua biro kontrol lalu lintas udara regional. Termasuk perusahaan penerbangan, dan lembaga pelatihan penerbangan untuk memastikan keselamatan secara mutlak.

Pemerintah meminta sektor penerbangan yang lebih luaa untuk melakukan pemeriksaan khusus, sehingga dapat mencegah kecelakaan besar lainnya. Pada konferensi pers pertama yang diadakan oleh pemerintah pada Selasa (22/3/2022) malam di Guangxi, seorang pejabat penerbangan mengatakan, jet 737-800 yang jatuh telah memenuhi standar kelaikan udara sebelum lepas landas. Selain itu anggota awak dalam keadaan sehat.

Sejak kecelakaan itu, China Eastern Airlined dan dua anak perusahaannya telah menangguhkan armada mereka, yaitu lebih dari 200 jet Boeing 737-800. Kecelakaan pesawat jet komersial terakhir di daratan China adalah pada 2010. Kecelakaan itu melibatkan jet regional Embraer E-190 yang diterbangkan oleh Henan Airlines.

 

sumber : Reuters
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA