Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Venue Semifinal Piala FA Diminta Dipindah

Selasa 22 Mar 2022 22:36 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Muhammad Akbar

logo fa cup

logo fa cup

Foto: wikipedia
Stadion Wembley merupakan venue ikonik, kerap jadi saksi bisu pertemuan tim besar

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON-- Penggemar sepak bola Inggris meminta laga semifinal Piala FA antara Liverpool kontra Manchester United dipindahkan. Laga yang seharusnya digelar di Stadion Wembley, London pada 16-17 April mendatang diminta pindah untuk kenyamanan penonton.

Dilansir dari laman Talk Sport, akan ada pengerjaan proyek kereta api yang membuat penggemar menonton langsung turnamen. Padahal, setidaknya akan ada 50 ribu penggemar yang berkumpul.

Spirit of Shankly, basis suporter Liverpool dan 1894, basis suporter Manchester City, mengatakan penyelenggaraan di tengah proyek jadi mimpi buruk.

"Untuk semifinal antara Chelsea dan Crystal Palace  itu masuk akal, tapi untuk laga Liverpool lawan City itu tidak masuk akal," tulis pernyataan suporter.

Menurut mereka, akan ada 64 ribu suporter yang turun ke jalan. Mereka mengklaim masih banyak stadion yang mumpuni dibandingkan memaksa menggunakan Stadion Wembley. Sementara itu federasi sepak bola Inggris (FA) masih mengatur regulasi kedatangan suporter.

Pandit Talk Sport, Simon Jordan berpendapat bahwa segala keputusan harus dipikirkan matang-matang termasuk soal suporter. Dia menyebut FA harus transparan dengan keputusan mereka untuk mempertahankan laga tetap berlangsung di Wembley.

"Jika anda ingin menyampaikan sesuatu, anda tidak perlu bisik-bisik, tinggal umumkan dengan lantang. Perlu ada pertimbangan yang matang, tidak perlu mengharapkan proyek kereta akan menyesuaikan situasi kedatangan suporter ke stadion," kata Jordan.

Jordan memahami Stadion Wembley merupakan venue ikonik dan kerap menjadi saksi bisu pertemuan tim besar. Namun hal itu perlu memperhatikan kondisi di luar pertandingan dan keselamatan suporter di luar stadion.

"Jika 64 ribu orang mendadak menggunakan kereta tentu akan berbeda ketika sepuluh ribu orang menggunakan kereta, tentu akan ada penumpukan," kata Jordan.

Jordan pun memberikan saran untuk penggunaan stadion lain yang memiliki kapasitas serupa. Sebut saja Stadion Old Trafford milik Manchester United.

"Sangat dapat diprediksi hal ini akan terjadi, tetapi ketika Anda memiliki dua pemain yang saling berhadapan, akan ada 80 ribu orang yang mencoba turun ke London ketika tidak ada kereta api," kata  Jordan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA