Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Wali Kota Tasikmalaya Yakin Harga Minyak Goreng akan Kembali Normal

Selasa 22 Mar 2022 19:13 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah warga antre untuk membeli minyak goreng curah (ilustrasi)

Sejumlah warga antre untuk membeli minyak goreng curah (ilustrasi)

Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Pedagang saat itu menghabiskan dulu stok yang ada yang dibelinya dengan harga mahal.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya tak terlalu khawatir dengan tingginya harga minyak goreng curah di pasaran. Sebab, aturan mengenai harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah baru berlaku dalam sepekan terakhir. 

Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf, mengatakan, pedagang masih memiliki stok minyak goreng yang dibeli dengan harga mahal. Akibatnya, pedagang juga menjual dengan harga yang lebih tinggi. "Jadi pedagang sekarang itu menghabiskan dulu stok yang ada, baru akan kembali ke harga yang ditentukan pemerintah," kata dia, Selasa (22/3/2022).

Baca Juga

Ia meyakini, dalam waktu dekat harga minyak goreng di pasaran akan kembali normal. Apalagi, pemerintah sudah memberikan subsudi khusus untuk minyak goreng curah. 

Yusuf mengimbau masyarakat tenang. Masyarakat diminta tak membeli dengan panik (panic buying). Sebab, ketika masyarakat panic buying, harga minyak goreng semakin melonjak. "Beli secukupnya saja," kata dia.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan Republika.co.id di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya pada Senin (21/3/2022), harga minyak goreng curah per kilogram berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu. Para pedagang eceran juga mengaku kesulitan untuk mendapatkan pasokan minyak goreng curah.

Sejumlah pedagang bahkan harus rela untuk antre untuk mendapatkan minyak goreng curah dari agen. Pedagang lainnya juga ada yang harus berkeliling ke sejumlah agen untuk memenuhi kebutuhannya untuk berjualan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA