Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Polres Garut Pantau Minyak Goreng Curah, Stoknya Kosong

Selasa 22 Mar 2022 18:51 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah

Polisi melakukan sidak penjualan minyak goreng di kios pedagang (ilustrasi)

Polisi melakukan sidak penjualan minyak goreng di kios pedagang (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Fikri Yusuf
stok minyak goreng di Pasar Lewo dan Pasar Malangbong kosong beberapa terakhir ini.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Polres Garut melakukan pemantauan ketersediaan minyak goreng curah di Pasar Lewo dan Pasar Malangbong, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Selasa (22/3/2022). Hasilnya, stok minyak goreng di dua pasar tersebut sudah kosong dalam beberapa hari terakhir.

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, mengatakan, harga minyak goreng curah di dua pasar itu cukup bervariasi, yaitu Rp 13 ribu hingga Rp 18 ribu per kilogram di tingkat distributor. Aparat kepolisian akan menelusuri harga beli minyak goreng curah para distributor itu, sehingga harga penjualan dapat diketahui sudah sesuai atau tidak.

Baca Juga

"Yang pertama akan kami pastikan, masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng curah. Karena di beberapa agen yang sudah kosong beberapa hari," kata dia, Selasa.

Ihwal kekosongan stok minyak goreng curah itu, Wirdhanto mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti temuan itu dengan dinas terkait dan satgas pangan. Dengan begitu, distribusi minyak goreng curah dapat dilakukan secara merata. 

Wirdhanto mengatakan, di wilayah Kecamatan Garut Kota misalnya, saat ini ketersediaan minyak goreng curah dalam posisi aman. Namun di beberapa wilayah lain di Kabupaten Garut, ketersediaan minyak goreng curah masih cukup sulit ditemukan. "Di sini misalnya masih kosong sudah tiga hari. Kami akan cek ke supliernya," kata dia.

Kendati demikian, Kapolres mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasi penimbunan minyak goreng curah di Kabupaten Garut. Namun, pihaknya tetap akan tetap melakukan pemantauan di lapangan.  "Artinya, minyak curah itu hanya untuk UMKM dan masyarakat. Kami akan jaga jangan sampai ke industri," kata dia. 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA