Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Konglomerat Properti Inggris Ajukan Tawaran Tinggi untuk Beli Chelsea

Selasa 22 Mar 2022 12:32 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

 Logo klub Liga Utama Inggris Chelsea FC dipajang di luar lapangan Chelsea di Stamford Bridge di London barat, Inggris, 28 Februari 2022. Pemilik Chelsea Roman Abramovich telah menyerahkan kepengurusan ke yayasan amal klub di tengah sanksi terhadap orang-orang yang terkait dengan Negara Rusia menyusul Invasi Rusia ke Ukraina.

Logo klub Liga Utama Inggris Chelsea FC dipajang di luar lapangan Chelsea di Stamford Bridge di London barat, Inggris, 28 Februari 2022. Pemilik Chelsea Roman Abramovich telah menyerahkan kepengurusan ke yayasan amal klub di tengah sanksi terhadap orang-orang yang terkait dengan Negara Rusia menyusul Invasi Rusia ke Ukraina.

Foto: EPA-EFE/NEIL HALL
Candy disebut-sebut sebagai penggemar Chelsea seumur hidupnya.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Konglomerat properti Inggris, Nick Candy, dilaporkan telah mengajukan tawaran yang lebih baik untuk membeli Chelsea. Candy disebut-sebut sebagai penggemar the Blues seumur hidupnya.

Candy mengajukan penawaran awal sebelum batas waktu pekan lalu. Tetapi nilainya meningkat berkat investasi baru.

Baca Juga

Menurut Evening Standard, dilansir dari Sportsmole, Selasa (22/3/2022), bukti adanya dana baru telah diserahkan ke Raine Group yang memungkinkan Candy mengajukan tawaran pembelian Chelsea secara signifikan lebih dari 2 miliar poundsterling.

"Ini tetap merupakan kesempatan sekali seumur hidup untuk mengembalikan sepak bola kepada para penggemar dan menempatkan mereka di jantung operasi dan strategi Chelsea Football Club,” demikian dilansir Evening Standard.

Roman Abramovich telah mengumumkan akan menjual Chelsea yang awalnya menetapkan harga 3 miliar poundsterling sebelum semua asetnya dibekukan karena keterlibatannya dalam invasi Rusia ke Ukraina. Abramovich mengajukan dua tuntutan kepada calon pembeli yakni harus mendanai kebutuhan permainan tim. Selain itu, pemilik baru harus merenovasi markasnya di Stamford Bridge.

Miliarder asal Rusia tersebut mengambil alih Chelsea pada 2003. Selama kekuasaannya, ia memenangkan lima gelar Liga Inggris dan dua trofi Liga Champions. Dan dia menegaskan kembali bahwa ingin yang terbaik bagi Chelsea dan memastikan penggantinya memiliki sudut pandang yang sama.

Ada banyak calon pembeli yang dikabarkan sudah masuk ke mejanya. Namun hingga kini belum ada kepastian siapa pengganti tongkat estafetnya di Chelsea. Atas situasi ini cukup berdampak kepada tim yang berjuang di lapangan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA