Jumat 18 Mar 2022 23:34 WIB

Produsen Kerajinan Harus Tahu Selera Pasar

Dalam membuat kerajinan, pembuatnya harus bisa melihat tujuan dari hasil karyanya.

Menteri Sosial Tri Rismaharini melihat hasil kerajinan tangan penghuni Panti Jompo Minaula Ranooha Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Jumat (18/3/2022). Kunjungan Mensos di Panti Jompo Minaula Ranooha itu untuk memberikan bantuan sosial kepada penghuni panti dan penyandang disabilitas serta memberikan edukasi cara menjual hasil kerajinan agar bisa dirasakan para penerima manfaat.
Foto: Antara/Jojon
Menteri Sosial Tri Rismaharini melihat hasil kerajinan tangan penghuni Panti Jompo Minaula Ranooha Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Jumat (18/3/2022). Kunjungan Mensos di Panti Jompo Minaula Ranooha itu untuk memberikan bantuan sosial kepada penghuni panti dan penyandang disabilitas serta memberikan edukasi cara menjual hasil kerajinan agar bisa dirasakan para penerima manfaat.

REPUBLIKA.CO.ID,KENDARI -- Menteri Sosial Tri Rismaharini menekankan produsen kerajinan tangan harus kreatif dan tahu selera serta kebutuhan pasar agar bisa menangkap peluang demi menarik minat pembeli.

"Barangnya biasa (sambil memegang salah satu hasil karya di Loka Minaula Kendari), perpaduan warna juga penting, karena kalau membuat baru nggak laku bagaimana?" kata Mensos saat kunjungan kerja di Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (LRSLU) Minaula Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Jumat (18/3/2022).

Baca Juga

Menteri Sosial Tri Rismaharini melihat berbagai hasil kerajinan tangan yang dipajang di Sentra Kreasi Atensi Meohai Kendari, seperti kain tenun, anyaman tikar, kreasi tas, topi, wadah, dan kerajinan tangan lainnya dari berbagai bahan bekas. Mensos menilai kerajinan tangan tersebut masih ada yang kurang, bahkan ada warna yang tidak tepat jika dipadukan, sehingga membuat barang tidak laku jika dijual di pasaran, apalagi ke daerah luar Sulawesi Tenggara.

"Kalau begitu aja belum tentu orang mau, tapi kalau warnanya menarik mungkin orang dari pertama tidak tertarik membeli, jadi ingin membeli. Jadi, warna itu akan sangat berpengaruh terhadap untuk penjualan," ujar Mensos.

Mensos mengatakan dalam membuat kerajinan, pembuatnya harus bisa melihat tujuan dari hasil karyanya dan apakah setelah dibuat dapat menarik minat pembeli atau tidak."Orang memang harus memperlihatkan keindahan, itu yang membuat orang tertarik. Jangan asal bikin," ucap Mensos.

Selain harus membuat kerajinan sesuai selera pasar, Menteri Sosial juga menekankan pentingnya teknik memasarkan, karena sebagus apapun produk yang dihasilkan, jika pemasarannya tidak tepat, tidak menghasilkan apa-apa.

Mensos memberi contoh kepada pihak Loka Minaula Kendari cara menyusun komposisi produk kerajinan yang tepat lalu difoto agar menarik minat pembeli saat dipasarkan melalui daring.

Kepala Loka Minaula Kendari Syamsuddin mengaku setelah mendapat arahan dari Menteri Sosial, ke depan pihaknya akan berusaha agar lebih baik lagi dalam membimbing masyarakat dalam membuat kerajinan, khususnya yang menjadi binaan. "Saya kira Bu Menteri bagus sekali mengarahkan kita. Kami diberikan motivasi, kalau membuat produk jangan hanya sekedar buat, tetapi mengetahui selera masyarakat dan mempelajari pasar, melihat potensi pasar, membaca di internet," katanya.

Syamsuddin mengaku arahan Menteri Sosial menjadi motivasi buat jajarannya untuk memberikan pelayanan ke masyarakat yang lebih baik lagi ke depannya. "Ini juga menjadi spirit buat pelayanan kesejahteraan sosial bahwa kita itu bisa berkembang kalau kita memiliki tekad yang kuat dan perjuangan, semoga ke depan kita bisa semakin termotivasi untuk berkembang dan maju," ucapnya.

Mensos Tri Rismaharini melakukan kunjungan kerja di Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (LRSLU) Minaula Kendari sekaligus menyalurkan bantuan sosial Atensi dan merespons kasus anak penderita Corneal Opacities ODS suspek Dermold Cysts atau kelainan penglihatan, serta meresmikan gedung Sentra Kreasi Meohai Kendari.

Mensos disambut Sekretaris Daerah Sultra Nur Endang Abbas dan Wakapolda Sultra Brigjen Pol Waris Agono, Kepala Dinas Sosial Sultra Armunanto dan Kepala LRSLU Minaula Kendari Syamsuddin.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement