Jumat 18 Mar 2022 17:01 WIB

Menko Jerman Minta Kekuasaan Putin Dihancurkan

Meski begitu Jerman menolak segera menghentikan impor energi dari Rusia.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha
Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck (kanan).
Foto: Michael Kappeler/dpa via AP
Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck menyerukan agar kekuasaan Presiden Rusia Vladimir Putin dikurangi dan akhirnya dihancurkan. 

"Kita harus melakukan semua yang kita bisa untuk mengurangi kekuatan Putin dan, pada akhirnya, menghancurkannya," ujar wakil kanselir Jerman mengatakan kepada televisi ARD.

Baca Juga

Tapi, Habeck menolak seruan untuk segera menghentikan impor energi dari Rusia. "Ketika kita dapat katakanlah dengan minyak dan gas... kita telah mengamankan rantai pasokan, maka kita dapat mengambil langkah berikutnya," ujarnya.

Tindakan itu berbeda dengan keputusan sekutu Jerman, Amerika Serikat (AS) yang akan melakukan larangan larangan impor minyak dan gas dari Rusia. "Kami melarang semua impor minyak dan gas serta energi Rusia. Itu berarti minyak Rusia tidak lagi dapat diterima di pelabuhan AS dan rakyat Amerika akan memberikan pukulan kuat lainnya kepada (Presiden Rusia Vladimir) Putin," ujar Presiden AS Joe Biden mengatakan pada pekan lalu.

Inggris pun mulai mengamankan pasokan dari Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Tindakan ini dalam upaya menghadapi kenaikan harga energi sejak Rusia menggelar operasi militer khusus di Ukraina.

Tapi India memilih tetap membeli tiga juta barel minyak mentah dari Rusia pada awal pekan ini. Meski AS, Inggris, dan negara-negara barat lainnya mendesak India untuk menghindari pembelian minyak dan gas dari Rusia.

 Juru bicara Gedung Putih, Jennifer Psaki, awal pekan ini mengatakan, pembelian minyak dari Moskow oleh New Delhi tidak akan melanggar sanksi Washington. Namun Gedung Putih mendesak India untuk memikirkan posisi di tengah operasi militer Rusia ke Ukraina.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement