Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Selama 2022, Kota Tasikmalaya Catat 11 Orang Meninggal karena DBD

Jumat 18 Mar 2022 16:10 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Nur Aini

RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya yang biasa melayani pasien DBD.

RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya yang biasa melayani pasien DBD.

Foto: istimewa
Kasus DBD tersebar di seluruh kecamatan di Kota Tasikmalaya

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya terus mengalami penambahan. Berdasarkan data per 18 Maret, terdapat 494 kasus DBD sejak Januari 2022. Dari total kasus itu, sebanyak 11 orang dilaporkan meninggal dunia. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra mengatakan, penambahan kasus DBD masih terus terjadi, meski penambahannya tak terlalu banyak. Kendati demikian, kasus kematian akibat DBD di Kota Tasikmalaya cukup tinggi.

Baca Juga

"Data dari Januari, sudah ada 11 orang yang meninggal akibat DBD," kata dia, saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (18/3/2022).

Dari 11 orang yang meninggal dunia akibat DBD, mayoritas masih berusia anak. Bahkan, beberapa di antaranya masih bayi belum genap berusia 1 tahun.

Menurut Asep, kasus DBD masih akan terus terjadi. Sebab, saat ini masih memasuki musim hujan. Artinya, potensi munculnya genangan air, yang menjadi tempat nyamuk bersarang masih ada. 

"Selama tingkat kesadaran masyarakat melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) belum menguat, nyamuk akan terus berkembang biak," kata dia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, kasus DBD tersebar di seluruh kecamatan di daerah itu. Kecamatan Tawang merupakan wilayah dengan kasus paling tinggi, yaitu 84 kasus. Wilayah tertinggi selanjutnya adalah Kecamatan Mangkubumi dengan 76 kasus DBD, Kawalu 62 kasus, Cibeureum 54 kasus, Tamansari 50 kasus, Cipedes 44 kasus, Bungursari 36 kasus, Cihideung 36 kasus, Purbaratu 29 kasus, dan Indihiang 23 kasus.

Asep mengimbau masyarakat dapat meningkatkan kesadaran untuk memantau tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk. Setelah itu, upaya 3M (menguras, menutup, dan mangubur) tempat bersarang nyamuk harus terus ditingkatkan. 

"3M plus, plusnya itu memberikan lotion antinyamuk," kata dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA