Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

La Nina Masih Ada, 47 Persen Zona Musim di Indonesia Terlambat Masuki Musim Kemarau

Jumat 18 Mar 2022 14:02 WIB

Red: Qommarria Rostanti

47 persen zona musim (ZOM) di Indonesia diprediksi terlambat memasuki musim kemarau. (ilustrasi)

47 persen zona musim (ZOM) di Indonesia diprediksi terlambat memasuki musim kemarau. (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Potensi peningkatan curah hujan masih dapat terjadi hingga pertengahan 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan La Nina masih bertahan hingga pertengahan 2022. Dampaknya, 47 persen zona musim (ZOM) di Indonesia diprediksi terlambat memasuki musim kemarau.

"Artinya potensi peningkatan curah hujan masih dapat terjadi hingga pertengahan 2022," ujar Dwikorita dalam konferensi pers diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (18/3/2022).

Baca Juga

Dwikorita mengatakan, dari hasil pemantauan perkembangan musim hujan pada 2021-2022, hingga awal Maret menunjukkan hampir seluruh zona musim di wilayah Indonesia atau 97,08 telah memasuki musim hujan. Kondisi iklim di Indonesia, kata Dwikorita, sangat tergantung pada kondisi di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia."

Hingga pertengahan Februari 2022, pemantauan terhadap anomali iklim global di dua samudra tersebut yaitu di Samudra Pasifik ekuator, menunjukkan La Nina masih berlangsung, dan Samudra Hindia menunjukkan Indian Ocean Dipole (IOD) Mode dalam kondisi netral," kata dia.

Indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan wilayah Pasifik atau Pasifik tengah dalam kondisi La Nina, demikian dengan IOD Mode dalam kondisi negatif. Kondisi ENSO fase dingin ini, atau La Nina diprediksi akan terus melemah, dan beralih menuju netral pada periode Maret, April, dan Mei 2022.

Selanjutnya, pemantauan kondisi IOD Mode diprediksi akan kembali netral pada bulan Maret hingga Agustus 2022. "Prediksi ini akan terus kami perbarui setiap sepuluh harian," kata dia.

Selain itu kedatangan musim kemarau umumnya berkaitan erat dengan peralihan angin Barat atau monsun Asia, menjadi angin Timuran ata monsun Australia. Dia menyebut, hingga Februari 2002, aliran angin monsun Asia masih cukup kuat sesuai dengan normalnya, dan diperkirakan masih berlaku hingga Maret 2022. BMKG memprediksi peralihan angin monsun terjadi seiring aktifnya monsun Australia pada akhir April 2022, dan mulai mendominasi wilayah Indonesia pada bulan Mei hingga Agustus 2022.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA