Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Jangan Luput Pantau Gejala MIS-C Setelah Anak Sembuh dari Covid-19

Jumat 18 Mar 2022 12:20 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah, Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Anak sakit (Ilustrasi). Sindrom peradangan multisistem pada anak (MIS-C) dapat menyerang anak yang bergejala ringan atau tidak bergejala saat kena Covid-19. Sindrom ini dapat mengusik tiga hingga enam pekan setelah anak sembuh dari Covid-19.

Anak sakit (Ilustrasi). Sindrom peradangan multisistem pada anak (MIS-C) dapat menyerang anak yang bergejala ringan atau tidak bergejala saat kena Covid-19. Sindrom ini dapat mengusik tiga hingga enam pekan setelah anak sembuh dari Covid-19.

Foto: republika/ yogi ardhi
MIS-C bisa muncul setelah masa akut Covid-19 pada anak telah berlalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Satgas Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Yogi Prawira mengingatkan agar orang tua menjaga anandanya agar tak sampai terkena Covid-19. Andaikan anak pernah terinfeksi, pantau kesehatannya hingga selesai masa akutnya.

"Jika memang sudah diketahui anak kena Covid-19, terus pantau selama tiga sampai enam pekan ke depan, ada gejala lain muncul tidak, jika ya mungkin sindrom peradangan multisistem pada anak (MIS-C)," kata dr Yogi dalam sebuah diskusi virtual, disimak di Jakarta, Kamis (17/3/2022).

Baca Juga

Dr Yogi menjelaskan, MIS-C sering terjadi pada anak-anak yang sehat-sehat saja ketika positif Covid-19. Mereka tidak bergejala atau gejala ringan saat itu.

Kondisi itulah yang dialami Cooper Hayton. Anak berusia 11 tahun dari Inggris tersebut sempat mengalami efek samping langka dari Covid-19.

Empat pekan setelah dites positif Covid-19, Hayton mengalami demam, berhenti makan, dan mengeluh sakit di tubuhnya. Demamnya berlanjut dan sekujur tubuhnya ruam.

Wajah Hayton menjadi bengkak ketika berjuang dengan sindrom peradangan multisistem. Bibirnya merah tua dan mata merah.

Hayton akhirnya pulih setelah mendapatkan antibiotik untuk tiga malam, imunoglobulin untuk satu malam, dan steroid selama tiga malam. Obat-obatan itu diberikan di rumah sakit untuk menekan sistem kekebalannya.

Persoalannya, anak-anak yang dirawat intensif dengan kondisi tersebut masih dapat mengalami kabut otak, kelelahan, dan perubahan nafsu makan. Rumah Sakit Great Ormond Street mengindikasikan sindrom peradangan multisistem dapat memengaruhi pikiran dan tubuh anak.

Jadi, waspadalah terhadap suasana hati anak begitu mereka kembali ke rumah. Normal jika anak tampak merasa cemas, murung, dan mudah tersinggung. Ini karena sindrom tersebut serta gangguan sehari-hari yang dibawa oleh Covid-19 kepada semua orang.

"Luangkan waktu untuk pulih dan jangan mencoba melakukan terlalu banyak aktivitas di awal, secara bertahap tingkatkan seberapa banyak yang mampu dilakukan dan jangan sedih jika Anda memiliki hari-hari buruk dan juga hari-hari baik," ujar pihak rumah sakit.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA