Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Bakal Ada Tiga Jalur Pedestrian Baru di Kota Bogor

Kamis 17 Mar 2022 20:02 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Bilal Ramadhan

Petugas Satpol PP berjaga saat penutupan jalur pedestrian sistem satu arah (SSA) di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/2/2022). Jalur pedestrian SSA Kebun Raya Bogor yang biasa digunakan untuk olahraga ditutup hingga Ahad (6/2/2022), sebagai upaya membatasi mobilitas masyarakat seiring bertambahnya kasus Covid-19 di Kota Bogor. Republika/Putra M. Akbar

Petugas Satpol PP berjaga saat penutupan jalur pedestrian sistem satu arah (SSA) di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/2/2022). Jalur pedestrian SSA Kebun Raya Bogor yang biasa digunakan untuk olahraga ditutup hingga Ahad (6/2/2022), sebagai upaya membatasi mobilitas masyarakat seiring bertambahnya kasus Covid-19 di Kota Bogor. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Tiga jalur pedestrian baru ada di Bogor Utara, Bogor Timur dan Bogor Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan membangun tiga jalur pedestrian tahun ini. Tiga jalur pedestrian tersebut akan terletak di Kecamatan Bogor Utara, Bogor Timur, dan Bogor Tengah yang rencananya akan dibangun pada Mei mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, menyebutkan jalur pedestrian tersebut akan dibangun di Jalan Dewi Sartika sekitar Alun-Alun Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah. Kemudian di Jalan Achmad Adnawijaya, Kecamatan Bogor Utara serta di sekitar Rumah Sakit Bogor Medical Center (BMC), Kecamatan Bogor Timur.

Baca Juga

“Semuanya masih persiapan. Mudah-mudahan minggu depan bisa lelang semua tiga-tiganya. Insya Allah kita persiapkan,” kata Chusnul kepada Republika, Kamis (17/3/2022).

Chusnul menjelaskan, masing-masing jalur pedestrian ini akan memiliki panjang yang berbeda-beda. Untuk jalur pedestrian di sekitar Alun-Alun Kota Bogor, akan memiliki panjang sekitar 300 meter di sisi kiri saja, dengan finishing atau penyelesaian menggunakan granite tile. “Anggarannya kurang lebih memakan Rp 2 miliar,” tuturnya.

Chusnul melanjutkan, untuk pembangunan jalur pedestrian di Jalan Achmad Adnawijaya atau yang biasa dikenal sebagai Jalan Pandu Raya akan memiliki panjang 700 meter. Di sisi kiri dan kanan jalan.

Penyelesaian dari jalur pedestrian ini, kata dia, akan menggunakan sistem stamped concrete. Lantaran di sekitar kawasan tersebut banyak memiliki tempat kuliner dan banyak pintu masuk kawasan pertokoan.

Sedangkan untuk jalur pedestrian di sekitar RS BMC akan memiliki panjang sekitar 300 meter. Dengan menggunakan finishing stamped conrete, biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 2,5 miliar.

Menurut Chusnul, jika lelang bisa dilaksanakan tepat waktu, diperkirakan akhir Mei 2022 pengerjaan pembangunan ketiga jalur pedestrian ini bisa berjalan. Tak hanya membangun jalur pedestrian, perbaikan saluran drainase juga menjadi perhatian salam proyek ini.

“Rata-rata proyek pengerjaannya sekitar dua sampai tiga bulan. Tahun ini selesai semua,” jelasnya.

Usai pengerjaan proyek utama selesai, Chusnul berencana menambah panjang jalur pedestrian yang akan dibuat. Misal di sekitar Alun-Alun Kota Bogor di sisi barat atau di Jalan Nyi Raja Permas yang belum selesai. Serta ke arah Pasar Kebon Kembang Blok B dan C.

Chusnul mengatakan, penambahan proyek itu diharapkan bisa disetujui di Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor tahun ini. “Termasuk juga kalau kemampuan anggarannya ada. Kita anggarakan di perubahan, kalau nggak kuat di murni tahun depan,” imbuhnya.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menuturkan hingga akhir masa jabatannya, Pemkot Bogor memiliki konsep perencanaan pedestrianisasi secara menyeluruh. Selain di Jalan Juanda dan Jalan Sudirman, perencanaan jalur pedestrian akan dilanjutkan ke Jalan Pemuda, Ahmad Yani, daerah Sukasari, dan tersambung hingga ke Terminal Baranangsiang.

Bima Arya menjelaskan, dibuatnya jalur pedestrian ini merupakan penunjang dari pembenahan transportasi massal di Kota Bogor, termasuk Biskita Transpakuan yang baru hadir belakangan ini.

Sehingga, kata dia, masyarakat yang menggunakan transportasi massal bisa berjalan kaki dengan nyaman, berhenti di pemberhentian yang jelas, serta diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

“Anggarannya nanti ada yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, ada juga yang dari pemerintah pusat melalui Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) seperti jalur pedestrian di Jalan Pajajaran,” pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA