Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Mahyudin Mendukung Pencak Silat Masuk Kurikulum Pendidikan

Kamis 17 Mar 2022 15:08 WIB

Red: Gita Amanda

Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Mahyudin mendukung aspirasi insan pencak silat untuk memasukan pencak silat ke dalam kurikulum di sekolah mulai tingkat dasar sampai menengah, bahkan hingga ke perguruan tinggi.

Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Mahyudin mendukung aspirasi insan pencak silat untuk memasukan pencak silat ke dalam kurikulum di sekolah mulai tingkat dasar sampai menengah, bahkan hingga ke perguruan tinggi.

Foto: DPD
Pencak silat sebagai ilmu bela diri asli Indonesia bisa dilestarikan oleh semua pihak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Mahyudin mendukung aspirasi insan pencak silat untuk memasukan pencak silat ke dalam kurikulum di sekolah mulai tingkat dasar sampai menengah, bahkan hingga ke perguruan tinggi. Demikian disampaikan, saat menerima perwakilan dari organisasi Perkumpulan Pendekar Pencak Silat Indonesia (PPPSI) di Gedung DPD RI, Jakarta, Kamis (17/3/2022).

“Kami siap menampung aspirasi dan tentu akan kita tampung, kaji dan pelajari. Pastinya, pencak silat sejak dulu, memang bisa masuk ke sekolah-sekolah melalui pelajaran ekstrakulrikuler. Apalagi pencak silat merupakan warisan budaya asli seluruh daerah di Indonesia,” katanya.

Baca Juga

Mahyudin juga berpesan agar pencak silat sebagai ilmu bela diri asli Indonesia, bisa dilestarikan oleh semua pihak, agar tidak diklaim oleh negara lain. Salah satu sarana melestarikan, tambahnya, bisa dengan memasukan pencak silat ke dalam kurikulum di sekolah-sekolah. Walaupun menurutnya, untuk memasukan ke dalam kurikulum pendidikan tidaklah mudah.

“Mungkin nantinya perlu dikaji terlebih dahulu, bagaimana jika pencak silat masuk ke dalam kurikulum pendidikan. Apakah masuk sebagai salah satu materi pelajaran olah raga atau kebudayaan?” katanya.

photo
Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Mahyudin mendukung aspirasi insan pencak silat untuk memasukan pencak silat ke dalam kurikulum di sekolah mulai tingkat dasar sampai menengah, bahkan hingga ke perguruan tinggi. - (DPD)

Senator asal Kalimantan Timur itu juga mendorong agar seluruh insan pencak silat, terutama anggota Perkumpulan Pendekar Pencak Silat Indonesia (PPPSI), bisa memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana dalam menyosialisasikan kegiatan organisasi. Sehingga pecak silat bisa diterma oleh masyarakat luas, terutama klangan anak muda.

“Kalangan generasi muda saat ini lebih suka melihat informasi melalui media sosial, seperti tik tok, instagram, youtube, dan sebagainya. Jadi alangakah baiknya, jika pencak silat sebagai ilmu bela diri dan nilai-nilainya, bisa disebarkan melalui media sosial, agar lebih disukai anak muda,” katanya.

Dalam pertemuan itu, Mayudin juga mengapresiasi keinginan PPPSI dalam mengembangkan organisasi di 34 provinsi seluruh Indonesia. Selain juga mengapresiasi atas terciptanya senam pencak silat yang bisa diterapkan di sekolah-sekolah seluruh daerah di Indonesia.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA