Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Satgas Kembali Ingatkan Lansia dan Penderita Komorbid Divaksinasi Lengkap dan Booster

Rabu 16 Mar 2022 13:53 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Gita Amanda

Petugas memeriksa kesehatan lansia calon penerima vaksin di Rangkasbitung, Lebak, Banten, (ilustrasi). Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito kembali mengingatkan masyarakat, khususnya kelompok lansia dan penderita komorbid divaksinasi dosis lengkap hingga booster ketiga.

Petugas memeriksa kesehatan lansia calon penerima vaksin di Rangkasbitung, Lebak, Banten, (ilustrasi). Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito kembali mengingatkan masyarakat, khususnya kelompok lansia dan penderita komorbid divaksinasi dosis lengkap hingga booster ketiga.

Foto: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Lansia dengan komorbid diabetes hingga gagal ginjal dominasi pasien Covid meninggal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito kembali mengingatkan masyarakat, khususnya kelompok lansia dan penderita komorbid divaksinasi dosis lengkap hingga booster ketiga. Sebab, tingkat keparahan pasien Covid-19 lansia dan penderita komorbid cukup tinggi.

"Data di tiga rumah sakit besar nasional di Indonesia menunjukkan bahwa lansia dengan komorbid diabetes melitus, hipertensi dan gagal ginjal mendominasi pasien Covid-19 yang meninggal," kata Wiku dalam keterangan persnya secara virtual, Selasa (15/3/2022).

Baca Juga

Wiku memastikan kualitas vaksin bermutu dan efektif memberi kekebalan pada komunitas. Wiku mengingatkan kekebalan komunitas merupakan kunci keberhasilan aktivitas dan produktivitas terutama ekonomi di masyarakat di era transisi saat ini.

"Terlebih pula, tidak lama lagi kita akan memasuki periode puasa dan lebaran. Untuk itu, masyarakat juga dimohon untuk segera melengkapi vaksin dan melakukan booster sebagai fondasi pertahanan kekebalan komunitas," kata Wiku.

Sebab, Wiku menyebut laju vaksinasi nasional mengalami penurunan dan belum menunjukkan kenaikan pada Maret ini. Karena itu, ia mengimbau pemerintah daerah untuk kembali meningkatkan cakupan vaksin dosis lengkap dan booster di daerahnya untuk proteksi masyarakat yang semakin kuat.

Ia melanjutkan, apabila vaksin yang tersedia mulai menipis agar segera komunikasikan dengan Kementerian Kesehatan. "Vaksinasi harus terus ditingkatkan terutama pada provinsi yang masih mengalami penambahan kasus yang tinggi, tetapi dengan cakupan dan laju vaksinasi yang rendah," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA