Selasa 15 Mar 2022 18:41 WIB

Waduk Logung Perkaya Potensi Wisata Kabupaten Kudus

Waduk Logung kini manjadi salah satu magnet wisata baru di Kabupaten Kudus.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Muhammad Fakhruddin
Waduk Logung Perkaya Potensi Wisata Kabupaten Kudus (ilustrasi)
Foto: Antara/Aji Styawan
Waduk Logung Perkaya Potensi Wisata Kabupaten Kudus (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,KUDUS -- Keberadaan waduk Logung, di wilayah Desa Kandangmas dan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah manfaatnya mulai dirasakan oleh warga setempat.

Setelah proyek pembangunan waduk pengendali banjir bagi kota Kudus ini rampung, sebagian warga mulai meninggalkan profesi lamanya sebagai penambang pasir sungai Logung dan memilih mengelola pariwisata di sekitar waduk.

Baca Juga

“Waduk Logung mampu mengangkat potensi wisata desa, warga yang dulunya bekerja menambang pasir kini beralih menjadi pelaku wisata,” ungkap Ramidi, anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kandangmas, Selasa (15/3).

Menurutnya, waduk Logung kini manjadi salah satu magnet wisata baru di Kabupaten Kudus, karena memiliki pesona alam yang indah dengan perbukitan dan gunung Muria yang mengeilinginya.

Sehingga nama Desa Wisata Kandangmas dengan keunggulan panorama alam kini semakin dikenal. Dampaknya, tidak hanya penambang pasir yang beralih profesi, geliat perekonomian warga lainnya juga bergerak dengan berbagai usaha kecil.

Warga Kandangmas kini juga membuka usaha kuliner, home stay dan UMKM lain di sekitar lokasi wisata waduk Logung untuk meningkatkan pendapatan warga. “Sepertin UMKM gula merah, mengeola wisata alam, wisata religi dan wisata air,” tambah Ramidi.

Hal ini diamine oleh Ketua Pokdarwis Desa Kandangmas, Sabari. Menurutnya wisatawan dapat menikmati keindahan panorama waduk Logung sekaligus juga menikmati wisata air dengan perahu atau speed boat.

Untuk dapat menikmati wisata air ini, “Kalau perahu biayanya Rp 15 ribu sampai Rp 17 ribu. Tapi kalau speed boat berkisar Rp 80 ribu sampai Rp 90 ribu, dengan kapasitas maksimal  empat orang,” jelasnya.

Menurutnya, kunjungan wisata sudah berjalan meski masih dalam situasi pandemi Covid-19. Ia juga berharap, pandemi segera berakhir dan Kegiatan wisata di waduk Logung bisa lebih dimaksimalkan lagi.

“Kalau dulu --sebelum pandemic-- bisa mencapai 1.000 orang per hari libur, meskipun saat itu masih rintisan desa wisata. Kalau sekarang jumlah pengunjung masih fluktuatif mengingat belum buka seratus persen,” tambahnya.

Sabari juga menyampaikan, untuk mengembangkan desa wisata, Desa Kandangmas mendapatkan kucuran bantuan dari Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sebesar Rp 100 juta.

Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk melengkapi berbagai fasilitas isata dan pendukungnya. “Kita pernah menerima bantuan keuangan dari provinsi sebesar Rp 100 juta untuk pegembangan wisata di sini, dan kini masih akan terus kita kembangkan,” tandasnya.

Waduk/ bendungan Logung mulai dibangun sejak 2014 dan diresmikan tahun 2018. Selain bermanfaat untuk wisata, juga untuk mengurangi debit air Sungai Logung dan mengurangi potensi banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus.

Waduk ini memiliki debit air 104,5 meter kubik per detik. Selain itu juga digunakan sebagai irigasi lahan pertanian seluas 2.821 hektare yang memungkinkan kegiatan pertanian dilakukan sepanjang tahun.

Air dari waduk ini juga untuk menyediakan sumber air bersih masyarakat di Kabupaten Kudus dengan kapasitas penyediaan rata-rata 200 liter per detik. Pemanfaatan lainnya yaitu untuk menggerakkan turbin sehingga menghasilkan energi listrik dengan potensi mencapai 0,5 mw.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement