Selasa 15 Mar 2022 14:19 WIB

Depok akan Ciptakan Pengusaha Baru dengan Bantu Permodalan

Disnaker menggandeng DKUM Depok untuk mendorong mendapatkan permodalan.

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Andi Nur Aminah
Pekerja memotret produk sepatu kulit kualitas ekspor sebelum dipasarkan melalui pasar daring  (ilustrasi)
Foto: ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO
Pekerja memotret produk sepatu kulit kualitas ekspor sebelum dipasarkan melalui pasar daring (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok terus berkomitmen dalam menurunkan angka pengangguran yakni dengan berusaha menciptakan pengusaha atau wiraswasta baru. Kepala Disnaker Kota Depok, Mohamad Thamrin mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut, tahun ini pihaknya menggandeng Dinas Koperasi dan Usaha (DKUM) Kota Depok untuk mendorong mendapatkan permodalan.

"DKUM Kota Depok memiliki program 5.000 wirausaha baru dan 1.000 wirausaha perempuan, sesuai dengan janji kampaye Wali Kota Depok, Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono. Jadi, itu harus dapat kita wujudkan agar terciptanya wirausaha baru. Permasalahan tentu permodalan, nah kita coba bicarakan untuk bekerjasama dengan program kami juga, menimalisir penganguran," ujar Thamrin di Balai Kota Depok, Selasa (15/3/2022).

Baca Juga

Thmarin mengatakan, berdasarkan pengalaman pada tahun sebelumnya perlu digencarkan juga program pelatihan dan diarahkan untuk berwirausaha. "Berkaca dari pengalaman pada tahun sebelumnya, pasca pelatihan banyak alumni pelatihan yang tidak ingin bekerja di tempat orang. Tapi mereka ingin bekerja mandiri atau berwirausaha. Hal ini perlu ditindaklanjuti dan diintervensi oleh pemerintah," tuturnya.

Menurut Thamrin, kolaborasi ini sangat tepat, sebab Disnaker Kota Depok memiliki alumni yang sudah mendapatkan kompetensi menjadi wirausaha di pelatihan kerja. Sedangkan, DKUM Kota Depok memiliki program 5.000 pengusaha baru. Sehingga dengan kolaborasi ini kesulitan yang dihadapi para alumni pelatihan kerja dalam permodalan diharapkan dapat teratasi.

"Jadi para alumni yang ingin berwirausaha kami serahkan ke DKUM Kota Depok agar bisa dibantu permodalannya. Kami juga berharap ada Corporate Social Responsibility (CSR), baik dari Bank Jawa Barat (BJB) ataupun perusahaan lain untuk membantu permodalan para almuni pelatihan kerja," jelasnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement