Selasa 15 Mar 2022 09:03 WIB

Kebijakan tanpa Karantina Dorong Peningkatan Wisatawan di Bali

Akan ada evaluasi sebelum kebijakan tanpa karantina diterapkan di seluruh Indonesia

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Gita Amanda
Sejumlah seniman menari di dekat patung sembilan bidadari berbahan anyaman bambu yang dipajang saat rangkaian pawai di Alas Harum Bali, Desa Tegallalang, Gianyar, Bali, Ahad (13/3/2022). Pawai tersebut untuk menyambut kebijakan kunjungan wisatawan mancanegara tanpa karantina di Bali sekaligus sebagai daya tarik pariwisata.
Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Sejumlah seniman menari di dekat patung sembilan bidadari berbahan anyaman bambu yang dipajang saat rangkaian pawai di Alas Harum Bali, Desa Tegallalang, Gianyar, Bali, Ahad (13/3/2022). Pawai tersebut untuk menyambut kebijakan kunjungan wisatawan mancanegara tanpa karantina di Bali sekaligus sebagai daya tarik pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, kebijakan tanpa karantina di Bali dalam satu pekan terakhir ini mendorong peningkatan jumlah wisatawan. Meskipun begitu, tingkat positivity rate Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) masih rendah, yakni di bawah satu persen.

“Kabar baik lainnya datang dari evaluasi pelaksanaan tanpa karantina di Bali, di mana dalam penerapannya dalam satu minggu terakhir, jumlah wisatawan mancanegara datang ke Bali meningkat sangat pesat,” kata Luhut saat konferensi pers usai rapat terbatas evaluasi PPKM, dikutip pada Selasa (15/3).

Baca Juga

Meskipun begitu, menurut Luhut, pemerintah masih akan melakukan evaluasi selama satu pekan ke depan sebelum kebijakan tanpa karantina ini dapat diterapkan di seluruh Indonesia. Selain itu, penerapan Visa on Arrival juga mampu mendorong peningkatan wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia.

“Sejak dibukanya visa on arrival pada tanggal 7 Maret lalu, dapat diinformasikan bahwa total kedatangan PPLN dengan visa on arrival sebanyak 449 pax dengan total PNBP sebesar 224 juta rupiah,” jelas dia.

Berdasarkan kondisi itu, pemerintah pun akan memperluas penerapan penggunaan visa on arrival dengan target negara yang memiliki potensi wisata yang besar dan juga negara-negara G20. Selain itu, pemerintah juga akan menerapkan visa on arrival di beberapa bandar udara lainnya seperti Jakarta dan Surabaya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement