Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Warga Australia Diminta Booster Cegah Gelombang Baru Covid-19 

Senin 14 Mar 2022 15:39 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga atau Booster. Australia sedang bertransisi menganggap covid-19 sebagai flu biasa, warga diminta segera booster.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga atau Booster. Australia sedang bertransisi menganggap covid-19 sebagai flu biasa, warga diminta segera booster.

Foto: Republika/Mardiah
Australia sedang bertransisi menganggap covid-19 sebagai flu biasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Australia memperingatkan peluncuran booster yang lambat bisa mengakibatkan gelombang infeksi baru covid-19 di tengah ancaman dari sub-varian BA.2. Dilansir dari Channel News Asia pada Senin (14/3/2022), Australia berjuang melawan rekor kasus dan tingkat rawat inap selama gelombang Omicron awal.

Negara itu, kini telah stabil selama enam minggu terakhir. Sebagian besar negara bagian telah melonggarkan aturan jarak sosial dengan persyaratan masker tidak diwajibkan di tempat-tempat luar maupun dalam ruangan.

Baca Juga

"Namun infeksi harian kemungkinan bisa berlipat ganda dalam empat hingga enam minggu ke depan karena sub-varian baru tampaknya akan menjadi jenis yang dominan," kata Menteri Kesehatan New South Wales Brad Hazzard.

Menurut data resmi, hanya lebih dari 57 persen orang di atas usia 16 tahun telah menerima dosis ketiga vaksin Covid-19 di New South Wales. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berdasarkan data awal, mengatakan bulan lalu bahwa varian BA.2 tampaknya lebih menular daripada sub-varian BA.1 asli.

Pakar kesehatan dan ahli epidemiologi telah meminta pemerintah Australia untuk mempertimbangkan menerapkan kembali beberapa pembatasan termasuk memakai masker wajib di supermarket dan tempat-tempat dalam ruangan lainnya.

Namun, Perdana Menteri Scott Morrison selama akhir pekan mengatakan para pemimpin politik negara itu ingin pindah ke fase baru hidup dengan Covid-19 seolah-olah itu adalah flu biasa.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA