Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Bikin Lagu Versi NFT, Once Mekel Gandeng Gitaris Guns n' Roses

Senin 14 Mar 2022 15:11 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Nora Azizah

Once Mekel menggelar jumpa pers di Mayosi Cafe & Eatery BSD, Tangerang, Sabtu (12/3/2022), menceritakan proses pembuatan lagu charity climate change, dengan berkolaborasi musik melalui NFT bersama beberapa musisi dunia.

Once Mekel menggelar jumpa pers di Mayosi Cafe & Eatery BSD, Tangerang, Sabtu (12/3/2022), menceritakan proses pembuatan lagu charity climate change, dengan berkolaborasi musik melalui NFT bersama beberapa musisi dunia.

Foto: Republika/Rahma Sulistya
Once Mekel membuat lagu versi NFT berjudul 'Human Race'.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengikuti zaman, musisi Once Mekel membuat sebuah terobosan baru yang pertama ada di Indonesia. Ia melirik NFT atau Non Fungible Token merilis lagu "Human Race", berkolaborasi dengan sejumlah musisi dunia dalam DREAM Team Project.

Menggunakan NFT, Once bahkan menggandeng gitaris Guns n’ Roses, Ron 'Bumblefoot' Thal. Sementara, tim diprakasai oleh Once Mekel, Indra Putra, Edo Widiz juga bersama musisi internasional lainnya seperti Jeff Scott Soto, Dino Jelusic, Derek Sherinian, Billy Sheehan, dan Simon Philips. Lagu “Human Race” ini nantinya akan hadir dalam bentuk NFT.

Baca Juga

“Kita merespons tantangan zaman dengan merilis lagu yang sudah kita distribusikan lewat platform NFT ini. Januari (2022) baru rilis lagu, bulan depan (April 2022) di NFT,” ungkap Once dalam konferensi pers yang digelar di Mayosi Cafe & Eatery BSD, Tangerang, akhir pekan lalu.

“Ini menjadi menarik karena memang teknologi ini memurnikan untuk mengembangkan lebih lanjut menjual musik itu sendiri. Mendistribusikan musik secara otentik. NFT itu sesuatu yang baru sekarang, dan pasarnya bisa dibilang ajaib,” tambah mantan vokalis Dewa 19 itu.

Semua musisi tanah air maupun dunia bisa menggunakan lagu “Human Race” yang dibeli dari NFT. Musik juga bisa dibuat dalam versi tersendiri sehingga lalu jika sudah rampung hasil aransemennya kemudian bisa dikirim lagi ke DREAM Team Project.

Musik kemudian akan dikurasi lagi oleh semua yang tergabung dalam tim untuk kemudian kembali dibantu didistribusikan lagi di NFT. Namun Once lebih memfokuskan pada orang-orang yang membeli lagu itu secara utuh di NFT, akan memiliki rasa yang berbeda.

Once mengatakan, musik dibuat berbeda karena berhubungan dengan climate change. Ia bahkan menambahkan tradisional di dalamnya. Pihaknya juga memilih perusahaan NFT dari Swiss yang mendukung penghijauan.

“Pendapatan dari program ini akan menjadi kontribusi kepada program Human Race Forest kerjasama dengan ForestNation untuk mencegah climate change,” ucap Indra Putra, yang juga hadir dalam kesempatan yang sama.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA