Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Kemenag Jelaskan Filosofi Logo Halal Baru Mirip Gunungan Wayang

Senin 14 Mar 2022 13:42 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah

Logo halal MUI (kiri) dan logo halal baru yang dikeluarkan oleh BPJPH. Kemenag Jelaskan Filosofi Logo Halal Baru Mirip Gunungan Wayang

Logo halal MUI (kiri) dan logo halal baru yang dikeluarkan oleh BPJPH. Kemenag Jelaskan Filosofi Logo Halal Baru Mirip Gunungan Wayang

Label halal Indonesia secara filosofi mengadaptasi nilai-nilai keindonesiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah beragam respons dari masyarakat terkait logo atau label halal baru, Kementerian Agama (Kemenag) menjelaskan setiap detil arti logo tersebut. Penjelasan itu dibagikan di akun sosial media Instagram resmi Kemenag, Senin (14/3/2022).

Kemenag menyebut setiap bagian dari logo tersebut mengadaptasi nilai-nilai keindonesiaan. Bentuk gunungan dan motif surjan yang khas dikatakan untuk merepresentasikan Indonesia. 

Baca Juga

"Label halal Indonesia secara filosofi mengadaptasi nilai-nilai keindonesiaan. Bentuk dan corak yang digunakan merupakan artefak-artefak budaya yang memiliki ciri khas yang unik dan berkarakter kuat dan merepresentasikan Indonesia. Bentuk label Halal Indonesia terdiri atas dua objek, yaitu bentuk Gunungan dan Motif Surjan/Lurik," kata Kemenag dalam infografis yang dibagikan di Instagram @Kemenag_ri. 

Kata halal yang ditulis dengan kaligrafi berbentuk gunungan memiliki arti seperti kehidupan manusia. "Gunungan berbentuk limas (lancip ke atas) melambangkan kehidupan manusia. Semakin tinggi ilmu dan semakin tua usia, manusia harus semakin mengerucut, semakin dekat dengan Sang Pencipta," kata Kemenag. 

Motif surjan dalam logo halal juga dikatakan memiliki makna filosofis yang dalam. Unsur-unsur keislaman seperti rukun iman hingga batasan atau pembeda terkandung dalam logo tersebut. 

"Surjan juga disebut pakaian takwa. Oleh karena itu, dalam pakaian itu terkandung makna-makna filosofi yang cukup dalam, di antaranya bagian leher baju surjan memiliki tiga pasang (enam biji kancing) yang kesemuanya itu menggambarkan rukun iman. Selain itu, motif surjan/lurik yang sejajar satu sama lain juga mengandung makna sebagai pembeda/pemberi batas yang jelas. Hal itu sejalan dengan fungsi Halal Indonesia untuk memberi kepastian atau jaminan produk Halal Indonesia," kata Kemenag. 

Dalam unggahan itu, Kemenag juga menjelaskan pembuatan logo tersebut merupakan amanat Undang-undang."Salam #SahabatReligi, mengapa Kemenag perlu menetapkan label halal Indonesia? karena ini merupakan amanat UU Nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal," katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Agama RI (@kemenag_ri)

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA