Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Tuchel Tegaskan Bertahan di Chelsea Hingga Akhir Musim

Senin 14 Mar 2022 09:38 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Pelatih Chelsea Thomas Tuchel

Pelatih Chelsea Thomas Tuchel

Foto: EPA-EFE/ANDY RAIN
Tuchel menegaskan akan berupaya keras agar Chelsea bertanding lawan Lille.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Thomas Tuchel mengonfirmasi akan bertahan di Chelsea setidaknya sampai akhir musim. Ia bersikeras akan membawa klub yang terkena sanksi oleh pemerintah Inggris itu ke pertandingan Liga Champions melawan Lille.

Pelatih asa Jerman ini mengakui ada sedikit yang berubah untuk tim utama sejauh ini setelah sanksi Pemerintah Inggris kepada pemilik Chelsea Roman Abramovich. Selurh aset Abramovich di Inggris, kecuali Chelsea, dibekukan tengah pekan lau. Pemerintah Inggris mengklaim telah membuktikan hubungan pria berusia 55 tahun itu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di tengah berlanjutnya invasi Rusia di Ukraina.

Baca Juga

“Tidak diragukan lagi saya akan bertahan sampai akhir musim, tentu saja,” kata pelatih asal Jerman itu dikutip dari laman the42.ie, Senin (14/3/2022).

“Kami hanya harus menunggu dan kami masih harus menjalani hari demi hari karena semuanya bisa berubah. Namun seperti yang Anda tahu, situasinya jelas, klub dijual, dan mudah-mudahan itu akan menyelesaikan masalah dan memberi kami perspektif." 

Tuchel menegaskan tidak memiliki informasi lebih lanjut soal masa depan Chelsea. Menurut dia, informasi yang diterimanya, sama dengan awak media kebanyakan. 

Menurut Tuchel, yang bisa dilakukannya hanya menjalani tugasnya dan menanti perubahan atau kepastian di depan. Sebab, Tuchel mengaku tak bisa mengontrol situasi yang terjadi sekarang. 

“Namun di sisi lain itu memberi Anda kebebasan untuk fokus pada apa yang dapat kami pengaruhi, dan ini adalah penampilan kami dan menunjukkan semangat. Tentu saja fokusnya pada tim utama, para pemain kami, dan saya. Namun Chelsea jauh lebih dari tim pertama Liga Primer, ini adalah klub besar dengan tradisi besar.

Ada ratusan orang yang saya yakin lebih khawatir daripada pemain dan staf kami, termasuk saya," kata dia.

Karena itu, kata Tuchel, penting bagi seluruh tim menunjukkan semangat dan memberi mereka sedikit harapan lewat permainan sepak bola mereka. 

The Blues terkunci dalam negosiasi dengan Downing Street atas serangkaian perubahan yang akan memungkinkan juara bertahan Liga Champions untuk melanjutkan seperti biasa. Pemerintah akan mengawasi penjualan klub, dengan bank Grup Raine diizinkan untuk melanjutkan proses yang dimulai Abramovich pada 2 Maret.

Sementara staf di Chelsea terus mengkhawatirkan masa depan mereka, Tuchel mengakui dia akan melakukan apa pun untuk berada di Prancis untuk leg kedua babak 16 besar Liga Champions Rabu.

“Informasi terakhir saya adalah bahwa kami memiliki pesawat, bahwa kami dapat pergi dengan pesawat dan kembali dengan pesawat,” kata Tuchel.

“Kalau tidak kita naik kereta, kalau tidak kita naik bus. Kalau tidak, saya naik mobil tujuh tempat duduk!  Saya akan melakukannya.  Tandai kata-kata saya, yang akan saya lakukan, saya akan tiba di sana," tegas Tuchel soal laga kontra Lille, Kamis (17/3/2022) dini hari WIB.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA