Senin 14 Mar 2022 01:12 WIB

Gubernur Jambi Harap tak Ada Lagi Perdebatan Soal IKN

Penetapan wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai lokasi IKN sudah tepat.

Maket Istana Kepresidenan di Nusantara yang menjadi ibu kota negara baru yang sekarang masuk wilayah Sepaku, Kabupaten Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur.
Foto: Tangkapan layar .
Maket Istana Kepresidenan di Nusantara yang menjadi ibu kota negara baru yang sekarang masuk wilayah Sepaku, Kabupaten Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Gubernur Provinsi Jambi Al Haris mengharapkan tidak ada lagi polemik atau perdebatan mengenai pemindahan dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, sebagai ibu kota negara Indonesia. Dia menilai, penetapan wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai lokasi IKN sudah tepat dan pantas untuk menjadi ibu kota negara yang baru. 

"Bagi saya, kesan dari Bandara (Sepinggan) indah luar biasa pemandangannya, mulai dari pantainya, bangunannya, kampung nelayan yang bersih. Dari awal saya melihat kagum dan kondusif juga. Jadi sangat pantas Kaltim menjadi IKN," kata Al Haris setibanya diBandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Ahad (13/3/2022).

Baca Juga

Haris tiba di Balikpapan untuk menghadiri acara Kendi Nusantara bersama Presiden Joko Widodo, yakni dengan membawa tanah dan air dari Jambi untuk disatukan dengan tanah dan air dari seluruh daerah di Indonesia. "Tanah yang kami bawa adalah dari Raja Jambi. Sejarahnya, ada dua angsa yang menunjuk tanah tersebut; dan air dari Candi Muara Jambi, lokasi tempat belajar orang China di Jambi, dengan luas lokasi 4.000 hektare. Itu bertempat di Asrama Budha di Jambi dengan nama Tanggo Rajo memiliki PH air 8," ujarnya.

Selain menghadiri acara Kendi Nusantara, Presiden Jokowi juga akan berkemah di Titik Nol Kilometer IKN bersama lima gubernur dari Kalimantan. Masing-masing Gubernur Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Tengah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement