Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

BPPTKG: Status Aktivitas Merapi Tetap Siaga

Ahad 13 Mar 2022 18:07 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agung Sasongko

Lava mengalir dari kawah Gunung Merapi terlihat dari desa Pakembinangun di Sleman, Jawa Tengah, Kamis, 10 Maret 2022. Gunung Merapi Indonesia memuntahkan awan panas dalam letusan semalam Kamis yang memaksa sekitar 250 warga mengungsi ke tempat penampungan sementara. Tidak ada korban yang dilaporkan.

Lava mengalir dari kawah Gunung Merapi terlihat dari desa Pakembinangun di Sleman, Jawa Tengah, Kamis, 10 Maret 2022. Gunung Merapi Indonesia memuntahkan awan panas dalam letusan semalam Kamis yang memaksa sekitar 250 warga mengungsi ke tempat penampungan sementara. Tidak ada korban yang dilaporkan.

Foto: AP/Ranto Kresek
Gunung Merapi pekan ini mengalami 18 kali guguran awan panas.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Gunung Merapi pekan ini mengalami 18 kali guguran awan panas ke arah tenggara atau Sungai Gendol dengan jarak luncur maksimal 5.000 meter. Lalu, satu awan panas mengarah barat daya atau Sungai Bebeng berjarak luncur 2.000 meter.

 

Baca Juga

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, aktivitas vulkanik tersebut menimbulkan hujan abu di beberapa wilayah. Seperti Kecamatan Kemalang, Sawangan, Dukuh dan Selo. Disusul pula guguran lava yang teramati 101 kali ke arah barat daya.

Dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter dan 17 kali ke arah tenggara atau hulu Sungai Gendol dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter.  Analisis morfologi menunjukkan perubahan morfologi kubah lava barat daya.

"Berupa bekas guguran, namun tidak teramati perubahan ketinggian," kata Hanik, Jumat (11/3).

Kubah tengah teramati pengurangan volume 646.000 meter kubik yang runtuh menjadi awan panas guguran yang terjadi pada 9 dan 10 Maret 2022. Volume kubah lava barat daya 1.578.000 meter kubik dan kubah tengah 2.582.000 meter kubik.

Intensitas kegempaan selama periode 4-10 Maret 2022 lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya. Deformasi Merapi yang dipantau menggunakan EDM pada pekan ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 0,4 centimeter per hari.

Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Karenanya, BPPTKG menyimpulkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dan berupa aktivitas erupsi efusif.

"Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas sektor selatan-barat daya. Meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng tujuh kilometer," ujar Hanik.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA