Jumat 11 Mar 2022 13:18 WIB

Wapres Larang Pengusaha Ekspor Beras Jika Kebutuhan Dalam Negeri Belum Mencukupi

Wapres mengecek ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Nidia Zuraya
Wakil Presiden Ma
Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Wakil Presiden Ma

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan para pengusaha bahan pangan mulai dari beras hingga minyak goreng tidak melakukan ekspor sepanjang kebutuhan dalam negeri belum mencukupi. Itu disampaikan Wapres saat meninjau ketersediaan beras di Komplek Pergudangan Badan Urusan Logistik, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (11/3/2022).

"Saya harap kepada para pengusaha supaya jangan melakukan ekspor sepanjang ada kebutuhan dalam negeri atau kebutuhan dalam negeri belum tercukupi, supaya mengutamakan dalam negeri termasuk beras, minyak goreng dan sebagainya," kata Wapres dalam keterangan persnya.

Baca Juga

Wapres juga mengingatkan agar terus menjaga ketersediaan pasokan beras terutama menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang cenderung meningkat. Mulai dari pasokan dari produksi pertanian hingga distribusi ke masyarakat.

Wapres mengatakan, dalam kunjungannya ke Kementerian Pertanian beberapa hari lalu, laporan tentang hasil pertanian salah satunya komoditas padi di berbagai daerah juga mencukupi hingga beberapa bulan mendatang. Sementara, untuk memastikan pasokan beras lancar, Wapres meminta proses distribusi juga lancar.

"Soal distribusi, kelancaran distribusi mempengaruhi, kalau distribusi tersendat, termasuk juga early warning kalau terjadi suatu kelambatan jadi lakukan percepatan segera (jika terhambat) mengurai supaya terjadi kelancaran distribusi," kata Kiai Ma'ruf.

Ia meminta Menteri perdagangan dan Kepala Badan Pangan Nasional juga dapat memastikan supaya distribusi tidak jadi kendala. Sebab, jika pasokan cukup, tetapi distribusi tidak lancar, akan menyebabkan masalah.

Selain itu, Wapres meminta kepada kementerian maupun lembaga terkait dapat memastikan stabilitas harga beras jangka pendek terutama menghadapi sampai lebaran. Jangan sampai, kata Wapres, ada ketidakstabilan harga di momen-momen seperti jelang Ramadhan maupun lebaran.

"Karena itu perlu ini dijaga, ada hubungannya dengan ketersediaan pasokan dan juga kelancaran dari distribusi sehingga stabilitas harga ini bisa dijamin," katanya.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan Bulog telah memetakan wilayah-wilayah yang akan panen, sehingga pasokan terus tersedia. Buwas, sapaan akrabnya, juga memastikan kebutuhan dalam negeri menjadi prioritas.

"Komitmen kami utamanya beras harus kita utamakan seperti bapak sampaikan produksi dalam negeri, utamakan kepentingan dalam negeri tidak akan cepat-cepat impor manakala kebutuhan dalam negeri belum terpenuhi," katanya.

Ia mengatakan, Bulog bekerjasama dengan Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan terus melakukan koordinasi untuk memastikan ketersediaan pangan.

Hal serupa disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi. Menurutnya, semua stakeholder telah berkoordinasi memastikan ketersediaan bahan pangan khususnya menghadapi bulan Ramadhan dan Lebaran.

"Sapi hidup yang dimobilisasi dari Jatim ke Jakarta dan Jabar, beras tadi sudah disampaikan Dirut bulog, minyak goreng dalam proses kemarin juga sudah dinaikkan DMO jadi 30 persen kita cek terus pak wapres," katanya.

Usai mengunjungi Gudang Bulog, Wapres juga melakukan pengecekan langsung di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta. Di sana, Wapres berinteraksi langsung dengan para pedagang beras mengenai ketersediaan pasokan beras.

"Sekarang kita ke pasar juga pasokan cukup, harga tidak naik bahkan menurut laporan lebih murah pada saat yang sama jelang bulan suci Ramadhan dibanding tahun lalu artinya aman semua ya," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement