Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Tentang Novak Djokovic yang Teguh dengan Pendirian Antivaksinnya

Jumat 11 Mar 2022 05:59 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Novak Djokovic berjalan ke tempat duduknya di pesawat ke Beograd, di Dubai, Uni Emirat Arab, beberapa waktu lalu.

Novak Djokovic berjalan ke tempat duduknya di pesawat ke Beograd, di Dubai, Uni Emirat Arab, beberapa waktu lalu.

Foto: AP/Darko Bandic
Teranyar, Djokovic memastikan cuma jadi penonton di Indian Wells Open 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, Petenis putra nomor dunia dunia, Novak Djokovic belum mengubah pendiriannya. Ia enggan menyerahkan tubuhnya untuk disuntik vaksin Covid-19. Terkesan 'bebal', tapi petenis elite asal Serbia ini teguh memegang prinsip dan menyadari risiko-risikonya.

Sayang, keadaan demikian mempersulit dirinya. Ia tak bisa mengikuti turnamen resmi karena terkendala aturan. Ia mulai dilarang masuk ke sebuah negara yang mewajibkan para pelancong harus sudah mendapat vaksin.

Baca Juga

Teranyar, Djokovic memastikan cuma jadi penonton di Indian Wells Open 2022 di Amerika Serikat. Nama ia tetap terdaftar dalam turnamen tersebut. Sebagai salah satu unggulan, ia bahkan mendapat bye di ronde pertama. Artinya ia langsung lolos ke tahapan berikutnya.

Namun, pada akhirnya, yang bersangkutan gagal berpartisipasi di BNP Paribas Open ini. Otoritas Paman Sam tidak melonggarkan aturan terkait vaksin. Pemilik 20 gelar Grand Slam pun mencoba legawa.

"CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyerakit AS), telah mengonfirmasi peraturan tidak akan berubah, jadi saya tidak bisa bermain di AS. Bagi mereka yang bermain di turnamen hebat ini, semoga beruntung," tulis Djokovic dalam twitter-nya, Kamis (10/3).

Selain BNP Paribas Open ia juga bakal absen pada Miami Open 2022. Turnamen yang disebut terakhir dimulai pada 21 Maret nantinya. Jika belum ada perubahan, petenis kelahiran Belgrade berpotensi tak bisa turun gunung pada turnamen yang dianggap sebagai puncak grand slam, US Open 2022. 

US Open berlangsung pada Agustus. Djokovic mengoleksi tiga gelar di turnamen itu. Tepatnya pada 2011, 2015, hingga 2018.

"Chris Widmaier, juru bicara Asosiasi Tenis AS, yang menyelenggarakan AS Terbuka, mengatakan pihaknya tidak akan memberikan komentar apa pun. Acara tersebut mengikuti ketentuan pemerintah," demikian laporan yang dikutip dari apnews.com.

Dalam situs CDC, warga negara non-AS yang bukan imigran, harus menunjukkan bukti sudah mendapat vaksin Covid-19. Setelahnya, orang tersebut dizinkan melakukan perjalanan udara ke negeri Sejuta Impian. Aturan demikian tak bisa dipenuhi Djokovic.

Alhasil, selama 2022, ia baru bermain di satu turnamen. Ia unjuk gigi di Dubai pada Februari lalu. Sayangnya, langkah pria 34 tahun itu dihentikan petenis Ceko, Jiri Vesely pada perempat final.

Pihak Indian Wells Masters menjalin komunikasi dengan tim Djokovic. Mereka mencari solusi terbaik. Lewat cuitannya di twitter, yang bersangkutan memberikan jawaban.

Tulisan tersebut sudah menjelaskan beberapa hal. Pertama, ia menghormati aturan dan siap menerima segala konsekuensi. Berikutnya, ia tidak mengubah komitmennya. 

Sebelumnya Djokovic termasuk tokoh dunia yang menolak ada keharusan setiap manusia disuntik vaksin covid. Ia bahkan pernah beraktivitas saat sedang terpapar. Ia menunjukkan secara fisik dirinya baik-baik saja.

Namun aturan tak bisa diubah. Bukan pertama kalinya, yang bersangkutan gagal unjuk gigi perihal vaksin. Pada Januari 2022, ia juga dilarang tampil di Australia Terbuka. Visanya dibatalkan dan sang pengoleksi 20 gelar grand slam itu pun dideportasi.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA