Kamis 10 Mar 2022 15:29 WIB

Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Daging dan Telur 

Harga daging ayam di tingkat konsumen pada awal tahun ini cenderung meningkat.

Pembeli memilih daging ayam di salah satu kios di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Kamis (10/3/2022). Pemerintah berupaya untuk bisa menjaga stabilitas harga daging dan telur ayam ras di tingkat konsumen pada tahun 2022 menyusul produksi daging dan telur ayam ras yang diprediksi surplus.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Pembeli memilih daging ayam di salah satu kios di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Kamis (10/3/2022). Pemerintah berupaya untuk bisa menjaga stabilitas harga daging dan telur ayam ras di tingkat konsumen pada tahun 2022 menyusul produksi daging dan telur ayam ras yang diprediksi surplus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah berupaya untuk bisa menjaga stabilitas harga daging dan telur ayam ras di tingkat konsumen pada tahun 2022 menyusul produksi daging dan telur ayam ras yang diprediksi surplus. Rata-rata harga daging ayam ras nasional per 8 Maret 2022 mencapai Rp 36.000 per kg dan harga telur ayam ras nasional mencapai Rp 24.850 per kg.

"Harapan kami secara perlahan kita bisa menjaga stabilitas harga dan produk unggas terus tercipta di level harga keekonomian," kata Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud dalam webinar, Kamis (10/3/2022).

Baca Juga

Musdhalifah menjelaskan harga daging ayam ras di tingkat konsumen pada awal tahun 2022 cenderung mengalami peningkatan. Namun kemudian harga turun pada Februari dan kini mulai beranjak naik. 

Sementara harga telur ayam ras di tingkat konsumen cenderung turun. Kini, harganya mulai naik.

Produksi daging ayam ras pada 2022 diperkirakan mencapai 4,07 juta ton dengan total kebutuhan mencapai 3,19 juta ton. Dengan demikian, maka diperkirakan terjadi surplus produksi sebesar 883 ribu ton.

Produksi telur ayam ras pada 2022 pun diprediksi mencapai 5,92 juta ton, melebihi kebutuhan yang mencapai 5,31 juta ton sehingga ada surplus sebesar 615 ribu ton. Untuk itu, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian telah mengeluarkan Surat Edaran pada tanggal 16 Februari 2022 terkait pengaturan dan pengendalian produk DOC final stock ayam ras pedaging untuk Februari dan Maret melalui cutting HE fertile.

"Ini terus dijalankan dan mudah-mudahan bisa mengatasi overstock yang terjadi di ayam ras maupun di telur," katanya.

Tidak hanya harga daging dan telur ayam ras, pemerintah, lanjut Musdhalifah, juga berupaya menjaga harga livebird dan telur ayam ras di tingkat peternak agar tidak turun di bawah harga acuan.

Harga livebird di tingkat peternak disebutnya cenderung turun namun mulai Maret harga perlahan mulai membaik. Demikian pula telur ayam ras di tingkat peternak pada awal 2022 yang cenderung turun dan berada di bawah harga acuan. Namun, sama halnya dengan livebird, harga mulai beranjak naik.

Rata-rata harga livebird nasional per 7 Maret 2022 mencapai Rp 20.552 per kg dan harga telur ayam ras nasional di tingkat peternak mencapai Rp 21.535 per kg.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement