Rabu 09 Mar 2022 21:01 WIB

Harga Kebutuhan Pokok Naik Jelang Ramadhan, Ini yang Dilakukan Pemprov Jabar

Sejumlah upaya sudah dan akan dilakukan untuk menjaga stok pangan

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad
Pemprov Jabar, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat mulai menggelar operasi pasar murah minyak goreng di 11 kabupaten/kota mulai Senin (10/1) hingga Jumat (14/1).
Foto: istimewa
Pemprov Jabar, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat mulai menggelar operasi pasar murah minyak goreng di 11 kabupaten/kota mulai Senin (10/1) hingga Jumat (14/1).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Pembahasan Perkembangan Harga dan Ketersediaan Stok Kebutuhan Pokok menjelang hari besar keagamaan, khususnya Ramadhan dan Idul fitri 2022.

Menurut Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Jawa Barat Taufiq Budi Santoso, rapat bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan harga kebutuhan pokok, menjaga stabilitas harga. Serta menjamin rantai pasok distribusi barang kebutuhan pokok dan penting di masyarakat. 

Baca Juga

"Menteri Pertanian mengatakan stok kebutuhan pangan di Indonesia dalam posisi aman. Kita harus melihat kondisi di kabupaten dan kota di Jabar bagaimana," ujar Taufiq dalam rapat secara virtual tersebut, Rabu (9/3/2022).

Menurut Taufiq, dalam sebulan terakhir, beberapa harga komoditas kebutuhan pokok mengalami kenaikan, seperti kedelai, minyak goreng, gas, daging, serta beberapa komoditas sayuran. Hal itu dikhawatirkan akan mendorong inflasi di Jabar, terutama selama Ramadan dan Idulfitri. 

Sejumlah upaya, kata dia, sudah dan akan dilakukan untuk mengendalikan harga dan menjaga stok. Salah satunya, melaksanakan operasi pasar secara serentak di kabupaten dan kota melalui dinas terkait. 

Menurutnya, dialog dan komunikasi dengan pemangku kepentingan terkait ketersediaan hingga distribusi harus segera diinformasikan kepada masyarakat melalui saluran komunikasi yang tepat untuk mengatasi panic buying dan menyediakan layanan informasi serta pengaduan masyarakat untuk mengetahui kondisi riil di lapangan.

"Bansos untuk masyarakat berpenghasilan rendah, ini juga harus dipikirkan seperti tahun lalu. Agar mereka bisa membeli kebutuhan pokok jika nanti harga naik menjelang Idulfitri.  Siapkan anggaran, cari solusi jika belum ada anggaran," katanya.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Indag Jabar Eem Sujaemah, dua minggu menjelang Idulfitri, pihaknya akan menggelar Operasi Pasar murah bersubsidi bekerja sama dengan PT Agro Jabar serta Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Jabar.

Terkait harga kebutuhan pokok, kata Eem, stok dan ketersediaan cukup aman. Hanya beberapa yang saat ini mengalami kenaikan karena produksi berkurang, seperti cabe merah yang naik tajam hingga 30 persen pada Februari dibandingkan Januari. Beberapa komoditas pun mengalami kenaikan harga namun masih wajar, seperti beras, bawang merah, bawang putih, daging sapi, dan daging ayam. 

Terkait minyak goreng, kata dia, harga di pasar ritel dijual sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah, tetapi diakui terjadi kekosongan pasokan. Untuk mengatasinya, kegiatan Operasi Pasar khusus minyak goreng juga sudah dilakukan di sejumlah lokasi di Jabar.

"Dalam seminggu, kami tiga kali lakukan evaluasi terkait operasi pasar minyak goreng. Memantau pasar ritel dan pasar tradisional. Estimasi ketersediaan kami tahun ini sekitar 531.712 liter," kata Eem.

Begitu pula, kata Eem, dengan stok kedelai, saat ini mencapai 300 ribu ton. Dengan rincian 150 ton sudah tersedia di gudang importir, sisanya sudah siap dikirim. Jadi, pengusaha tahu tempe tidak perlu khawatir akan stok kedelai.

Namun, kata Eem, ada kenaikan harga kedelai impor, yang bakal berdampak pada kenaikan harga tahu dan tempe. Atau ukurannya akan diperkecil agar harga tidak naik di tingkat konsumen.

Kepala Bulog Wilayah Jabar Faisal mengatakan, stok beras di wilayahnya sangat mencukupi, bahkan hingga akhir tahun 2022. "Stok di gudang di Jabar sekitar 150 ribu ton. Akan ada tambahan karena sebentar lagi masuk panen," katanya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement