Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Minyak Goreng di Kota Depok Masih Langka, Disdagin Gelar Operasi Pasar

Rabu 09 Mar 2022 16:44 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Erik Purnama Putra

Pedagang menunjukkan minyak goreng curah di Pasar Agung, Kota Depok, Jawa Barat.

Pedagang menunjukkan minyak goreng curah di Pasar Agung, Kota Depok, Jawa Barat.

Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
Operasi pasar yang melibatkan Bulog menjual minyak goreng Rp 14 ribu per liter.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Kelangkaan minyak goreng di Kota Depok masih belum juga teratasi. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Depok pun bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Cianjur menggelar operasi pasar minyak goreng kemasan di Kecamatan Bojongsari. Minyak goreng yang dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) senilai Rp 14 ribu per liter.

Camat Bojongsari, Mursalim mengatakan, minyak goreng yang didistribusikan di operasi pasar tersebut sebanyak 900 liter. Seluruh minyak goreng langsung disalurkan ke setiap kelurahan. "Jadi, masing-masing kelurahan mendapatkan alokasi minyak goreng,” ujar Mursalim di Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (9/3/2022).

Menurut Mursalim, program itu merupakan salah satu upaya pemerintah membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, tidak ada lagi warga yang kekurangan minyak goreng untuk keperluan rumah tangganya. "Kemudian juga bisa mengurangi beban masyarakat agar mereka bisa mendapatkan minyak goreng sesuai dengan kebutuhan," jelasnya.

Kepala Disperdagin Kota Depok, Zamrowi menjelaskan, jajarannya terus memantau kelangkaan minyak goreng di masyarakat. Jika diperlukan, petugas bakal menggelar operasi pasar di wilayah yang mengalami kelangkaan minyak goreng. "Tentu, kami akan lakukan operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng. Kami akan jual dengan harga murah dibawah harga pasar," terangnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA