Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Isu Reshuffle, Dasco: Menteri Gerindra Pilih Fokus Kerja 

Rabu 09 Mar 2022 15:59 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa partainya enggan mencari tahu kebenaran soal isu reshuffle yang dikabarkan akan dilakukan akhir Maret 2022 ini. Ilustrasi

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa partainya enggan mencari tahu kebenaran soal isu reshuffle yang dikabarkan akan dilakukan akhir Maret 2022 ini. Ilustrasi

Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Partai Gerindra enggan cari tahu kebenaran isu reshuffle yang dikabarkan akhir Maret.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, partainya enggan mencari tahu kebenaran soal isu reshuffle yang dikabarkan akan dilakukan akhir Maret 2022 ini. Ia menegaskan bahwa menteri-menteri dari Partai Gerindra memilih fokus bekerja menjalankan visi misi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ya kita sementara memang nggak cari tahu karena kita hanya fokus pada kementerian yang dipercayakan kepada Gerindra untuk terus kerja kerja menjalankan visi presiden," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/3/2022).

Baca Juga

Ia menuturkan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden. Partai Gerindra menyerahkan sepenuhnya hak tersebut kepada Presiden Jokowi.

"Bahwa kemudian kapan itu (reshuffle) dilakukan itu pun juga presiden yang tahu. Berapa yang kemudian direshuffle, kebutuhan akan itu juga presiden yang ngerti, sehingga semua kita serahkan dan kita akan tunggu kalau memang reshuffle itu ada," ujarnya.

Ia mengaku tak memiliki kapasitas menilai kinerja menteri Kabinet Indonesia Maju saat ini. Partai Gerindra fokus agar menteri-menteri yang berasal dari partainya bisa bekerja maksimal dalam membantu pemerintah.

Pemerintahan Jokowi-Maruf dikabarkan akan mengocok ulang kabinetnya dalam waktu dekat. Kabarnya reshuffle akan dilakukan pada akhir Maret 2022 ini.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA