Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

IHSG Bergerak Naik, Investor Asing Buru Saham Batu Bara

Rabu 09 Mar 2022 09:51 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi

Warga melihat layar pergerakan saham di Jakarta, Kamis (24/2/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik pada Rabu (9/3/2022).

Warga melihat layar pergerakan saham di Jakarta, Kamis (24/2/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik pada Rabu (9/3/2022).

Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/rwa.
Semua saham tambang batu bara tersebut bergerak naik pada awal perdagangan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona positif pada perdagangan Rabu (9/3/2022). Setelah ditutup turun pada perdagangan kemarin, kali ini IHSG kembali menguat ke posisi 6.836,67 dan mencoba mendekati level 6.900.

Investor asing masih membukukan pembelian bersih sebesar Rp 114,45 miliar. Adapun saham yang berkaitan dengan komoditas batu bara menjadi yang paling banyak diburu asing seperti ASII, PTBA, UNTR, ITMG. Semua saham tersebut bergerak naik pada awal perdagangan ini. 

Baca Juga

Selain batu bara, di pasar komoditas harga minyak mentah berjangka WTI naik menjadi 124,12 dolar AS per barel pada Selasa, ementara minyak mentah berjangka Brent mencapai 128,38 dolar AS per barel. Nikel juha kembali naik dengan menyentuh level tertinggi baru 100.000 dolar AS per metrik ton.

Di sisi lain, kenaikan harga komoditas ini menekan Wall Street. Indeks DJIA turun 0,56 persen, S&P 500 turun 0,72 persen dan Nasdaq turun 0,28 persen. Pelemahan Wall Street dipciu oleh ketidakpastian pelaku pasar di tengah kenaikan harga komoditas seperti minyak, gas dan logam berharga. 

"Ini dikhawatirkan dapat memicu perlambatan pertumbuhan ekonomi global serta memacu inflasi," kata Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Rabu (9/3/2022). 

 

Selain itu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan sanksi atas impor komoditas Rusia, termasuk minyak. Sementara Inggris mengatakan akan menghentikan impor minyak dan produk minyak Rusia pada akhir tahun 2022.

Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun juga menguat dengan imbal hasil mencapai 1,85 persen. Phillip Sekuritas Indonesia mengatakan kecemasan akan inflasi menyebabkan pelaku pasar untuk beralih dari surat utang. 

Pada hari ini, Phillip Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan berpotensi menguat. Beberapa proyeksi saham yang dapat disimak secara teknikal antara lain:

 

ADES  

Short Term Trend  : Bullish 

Medium Term Trend  : Bullish 

Trade Buy           : 3690-3700 

Target Price 1   : 3860 

Target Price 2   : 3950 

Stop Loss           : 3550 

 

TECH 

Short Term Trend  : Bearish 

Medium Term Trend  : Bearish 

Trade Buy           : 3290-3300 

Target Price 1   : 3650 

Target Price 2   : 3810 

Stop Loss           : 2930 

 

TOTL 

Short Term Trend  : Bearish 

Medium Term Trend  : Bearish 

Trade Buy           : 292 

Target Price 1   : 298 

Target Price 2   : 302 

Stop Loss           : 286 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA