Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Teknologi Digital Disebut Andil dalam Minimalkan Ketimpangan Ekonomi, Begini Penjelasannya

Rabu 09 Mar 2022 07:30 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Teknologi Digital Disebut Andil dalam Minimalkan Ketimpangan Ekonomi, Begini Penjelasannya (Imamatul Silfia)

Teknologi Digital Disebut Andil dalam Minimalkan Ketimpangan Ekonomi, Begini Penjelasannya (Imamatul Silfia)

Foto: Warta ekonomi
Kehadiran teknologi digital disebut berperan dalam demokratisasi ekonomi, yakni upaya meminimalkan ketimpangan ekonomi. Baca info di sini.

Kehadiran teknologi digital disebut berperan dalam demokratisasi ekonomi, yakni upaya meminimalkan ketimpangan ekonomi khususnya yang terjadi pada pengusaha kecil dan pengusaha besar.

Hal itu diungkapkan oleh Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra. Menurutnya, terdapat empat hal yang membuat terjadinya kesenjangan ekonomi pada pelaku ekonomi kecil dan besar.

Baca Juga: Melesat di Luar Jawa, Daya Saing Digital Indonesia Menguat

"Pertama, jalur distribusi, yang sangat menentukan keberlangsungan usaha, selalu sangat mahal sehingga sulit diakses oleh usaha kecil," kata dia saat kuliah umum Digitalisasi UKM: Daya Dorong Ekosistem Digital dan Demokratisasi Ekonomi Indonesia, Selasa (8/3/2022).

Kemudian yang kedua adalah mengenai customer traffic. Ia mencontohkan kondisi yang terjadi pada Bakso Boedjangan sebagai pengusaha besar dan Bakso PMI sebagai pengusaha kecil.

"Bakso PMI cuma mampu gerobakan di pojokan jalan, sedangkan yang satu lagi [Bakso Boedjangan] bisa di jalan protokol yang banyak traffic pengunjungnya," jelas dia.

Ketiga yaitu soal pemasaran. Pengusaha besar bisa dipastikan memiliki marketing tools yang memadai sehingga branding mereka dapat tersebar di mana-mana. Hal ini tidak berlaku bagi pengusaha kecil dengan kemampuan pemasaran yang terbatas.

Lalu yang terakhir adalah pengusaha besar mempunyai budget untuk melakukan promosi, seperti diskon dan cashback, sedangkan pengusaha kecil tidak memiliki kemampuan untuk itu. "Perusahaan warungan boro-boro, karena isu mereka adalah untuk survive sehari-hari," tandasnya.

Terkait empat poin itu, ia menyatakan kehadiran teknologi digital dapat memediasi kesenjangan gap yang terjadi antara pengusaha besar dan kecil, misalnya dengan kehadiran aplikasi Grab yang menghadirkan layanan pesan-antar untuk makanan.

Karaniya menjelaskan, teknologi digital membuat usaha kecil memiliki akses distribusi yang sama dengan usaha besar. Selain itu, teknologi digital juga membuat visibilitas usaha kecil sama dengan usaha besar. Katanya, "Kesempatan orang untuk melihat usaha kecil dengan usaha besar itu sama. Padahal kalau dulu beda, yang satu di pojok, yang satu di jalan protokol."

Selanjutnya, promosi diskon dan cashback juga bisa dimediasi oleh teknologi digital, dalam hal ini oleh e-wallet seperti OVO. Dengan kehadiran teknologi digital seperti ini, usaha kecil sekarang jadi bisa memberikan cashback dan diskon.

"Ini kita sedang melihat di lapangan terjadi sebuah fakta yang sangat masif dan meluas, yang saya sebut sebagai demokratisasi ekonomi," pungkasnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA