Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Ketua DPRD Minta Pemkot Bogor Pastikan Stok Daging Jelang Ramadhan

Selasa 08 Mar 2022 17:52 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Nur Aini

Pedagang memotong daging sapi, ilustrasi. DPRD Kota Bogor meminta Pemerintab Kota (Pemkot) Bogor melakukan antisipasi, terkait adanya kenaikan harga daging sapi di pasar Kota Bogor.

Pedagang memotong daging sapi, ilustrasi. DPRD Kota Bogor meminta Pemerintab Kota (Pemkot) Bogor melakukan antisipasi, terkait adanya kenaikan harga daging sapi di pasar Kota Bogor.

Foto: Prayogi/Republika.
Harga daging sapi masih di atas Rp 130 ribu per kilogram

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — DPRD Kota Bogor meminta Pemerintab Kota (Pemkot) Bogor melakukan antisipasi terkait adanya kenaikan harga daging sapi di pasar Kota Bogor. Dari data Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, harga daging sapi masih berada di angka Rp 130 ribu hingga Rp 135 ribu per kilogram.

Atas adanya kenaikan harga ini, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, meminta Pemkot Bogor memastikan stok daging aman agar dapat menormalisasi harga menjelang momen Ramadhan yang tinggal kurang dari sebulan lagi.

Baca Juga

“Kenaikan harga ini harus dibarengi dengan kepastian stok pangan. Insya Allah keamanan stok daging bisa menjadi langkah untuk menahan kenaikan harga. Informasi dari pihak Perumda Pasar, bahwa stok masih aman dan kita berharap kondisi ini mesti terus dijaga,” kata Atang, Selasa (8/3/2022).

Menurutnya, ketersediaan stok daging bisa diusahakan oleh Pemkot Bogor melalui beberapa langkah. Pertama, memastikan sumber pemasok sapi potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Bubulak lancar. 

“Kedua, memastikan kelancaran pasokan daging dari distributor daging ke pasar-pasar Kota Bogor. Kedua hal tersebut bisa dilakukan dengan koordinasi dan komunikasi intensif dengan para pihak,” kata Atang.

Terakhir, Atang meminta kepada Pemkot Bogor untuk proaktif dan tidak menunggu momentum kenaikan harga. Terlebih beberapa hari lagi masuk bulan ramadhan dan Lebaran.

Dia berharap agar Pemkot Bogor hadir untuk membantu kesusahan warga. Hal itu supaya kejadian naiknya harga daging sapi ini sama seperti ketika harga minyak goreng dan kedelai meningkat.

“Kasihan masyarakat, ekonomi sulit ditambah lebih sulit dengan kenaikan harga-harga pangan pokok. Harus diamankan stoknya. Terlebih menjelang Ramadhan dan lebaran. Harus gerak cepat,” ujarnya.

Baca juga:

Revitalisasi Pasar Ciputat Selesai, Pedagang Tempati Gedung Mulai 28 Maret 2022

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA