Senin 07 Mar 2022 10:05 WIB

Milenial Harus Tahu Pengelolaan Keuangan

Generasi milenial harus tahu cara mengelola keuangan

Petugas Kepolisian Polres Pekalongan menunjukkan uang palsu saat gelar kasus di Polres Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (2/3/2022). Polres Pekalongan berhasil mengamankan dua tersangka pembuat dan pengedar uang palsu dengan masing-masing barang bukti uang palsu pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu senilai total Rp78.250.000 dan uang palsu pecahan lima ribu, 10 ribu, 50 ribu, dan 100 ribu senilai total Rp2,5 juta dengan kedua tersangka diancam hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp50 miliar.
Foto: Antara/Harviyan Perdana Putra
Petugas Kepolisian Polres Pekalongan menunjukkan uang palsu saat gelar kasus di Polres Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (2/3/2022). Polres Pekalongan berhasil mengamankan dua tersangka pembuat dan pengedar uang palsu dengan masing-masing barang bukti uang palsu pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu senilai total Rp78.250.000 dan uang palsu pecahan lima ribu, 10 ribu, 50 ribu, dan 100 ribu senilai total Rp2,5 juta dengan kedua tersangka diancam hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp50 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Diantara problematika dalam kehidupan keluarga milenial adalah pengelolaan keuangan. Selama ini banyak kalangan milenial memahami masalah keuangan lebih kepada pemasukan dan pengeluaran saja. Sehingga, kalau pemasukan tidak seimbang dengan pengeluaran menimbulkan disharmoni dalam kehidupan keluarga. Dampaknya tak hanya perceraian bahkan sampai kepada kejahatan penipuan, korupsi, narkoba dan sebagainya. 

Untuk menjawab persoalan tersebut, LPPM UHAMKA bekerjasama dengan Pemuda Muhammadiyah Tangerang Selatan mengadakan Dialog Virtual dengan tema Manajemen Keuangan Keluarga Islami Bagi Milenial Saat Pandemi, Ahad (6/2/2022) dengan narasumber Faozan Amar dan Amilia Zainita, yang keduanya Dosen FEB UHAMKA, dengan moderator Alfan Ramdon.

Menurut Faozan, sejak tahun 2020, tahun dimulainya bonus demografi, generasi milenial berada pada rentang usia 20 tahun hingga 40 tahun. Berdasarkan data Susenas BPS tahun 2017, jumlah generasi milenial mencapai sekitar  88 juta jiwa atau 33,75  persen dari total penduduk Indonesia. “Dengan jumlah tersebut, maka generasi milenial harus melek dan faham tentang manajemen keuangan keluarga”, ujar Faozan menambahkan.Selanjutnya Amilia Zainita mengatakan perencanaan keuangan merupakan seni pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh individu/keluarga untuk mencapai tujuan yang efektif, efisien, dan bermanfaat, sehingga keluarga tersebut menjadi keluarga yang sejahtera.

Agar berhasil mengelola keuangan, maka generasi milenial harus ; 1). Kenali kondisi keuangan. 2). Tentukan tujuan dan rencana keuangan yang jelas, 3). Tentukan tujuan utama, 4). Mengecek jumlah uang di rekening secara berkala, 5). Hindari berhutang jika tidak perlu, 6). Memiliki dana darurat dan 7). Menabung dan investasi. “Jadi perlu manajemen keuangan yang baik agar dapat sejahtera”, ujar Amilia mengingatkan.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Tangerang Selatan, Fathor Rohman, merasa senang dengan acara ini. Sebab, sebagai milenial ia bersama teman-temannya yang kebanyakan adalah baru berumah tangga jadi faham tentang mengelola keuangan keluarga. “Dan Islam memberikan tuntutan yang  jadi pemanfataan harga dengan baik dan benar”, ujar dengan penuh semangat.

Apapun pekerjaan yang kita dan berapapun penghasilannya, selama tidak dikelola dengan baik dan benar, maka tidak akan mampu memberikan kesejahteraan bagi pemiliknya. “Mari kelola keuangan dengan baik dan benar sesuai tuntuan ajaran Islam”, ujar moderator menutup acara dialog (FA).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement