Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Dua Legenda MU Marah Besar Usai City Menang di Derbi Manchester

Senin 07 Mar 2022 06:24 WIB

Red: Muhammad Akbar

Pemain Manchester City dan Manchester United terlibat duel udara saat kedua bertemu di laga Liga Inggris di Stadion Etihad pada Ahad (6/3/2022) malam waktu setempat.

Pemain Manchester City dan Manchester United terlibat duel udara saat kedua bertemu di laga Liga Inggris di Stadion Etihad pada Ahad (6/3/2022) malam waktu setempat.

Foto: EPA-EFE/ANDREW YATES
Respons Manchester United saat ketinggalan 1-3 sangat memalukan.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER — Dua mantan kapten Manchester United Gary Neville dan Roy Keane menuduh tim Ralf Rangnick sudah lempar handuk atau menyerah saat kalah 1-4 dalam derbi Manchester melawan tuan rumah Manchester City, Ahad (6/3/2022).

MU bertanding dengan baik pada babak pertama dengan tertinggal 1-2 saat turun minum, tetapi kehilangan semangat setelah Riyad Mahrez mencetak gol ketiga City dan sikap itu membuat kedua mantan kapten Setan Merah itu gusar.

"Respons Manchester United saat ketinggalan 1-3 sangat memalukan. Sembilan puluh dua persen penguasaan bola untuk City? Mereka menyerah," kata Neville dalam Sky Sports seperti dikutip Reuters, Senin (7/3/2022).

"Mereka hanya berjalan mengelilingi lapangan. Tidak ada yang cukup bagus. Tidak ada keluhan. City sungguh luar biasa. Tapi sebagai penggemar Manchester United, itu memalukan."

"Skor bukan masalah. Respons ketika tertinggal 1-3 itulah masalahnya. Mereka sudah melempar handuk."

Baca juga : Kalah Besar dari City, Neville: Sebagai Fans MU, Itu Memalukan

"Pada akhir pertandingan itu, Manchester United finis bagaikan orang tak berguna. Mereka memalukan dalam 25 menit terakhir."

Keane memfokuskan kritiknya kepada para pemain ketimbang keputusan Rangnick memasang gelandang Bruno Fernandes dan Paul Pogba dalam lini serang.

"Manajer akan dikritik karena taktiknya, tetapi pemain yang tak ikut berlari ke belakang untuk Man United sungguh tidak dapat diterima," kata Keane.

"Mereka sudah melempar handuk yang adalah memalukan. Anda membutuhkan karakter dan kepribadian saat Anda menghadapinya dan setelah gol ketiga, permainan sudah berakhir," tambah dia.

Ini adalah kekalahan kedua dalam Liga Premier bagi Rangnick sejak melatih tim itu setelah Ole Gunnar Solskjaer dipecat, tetapi Neville mengatakan hasil MU baru-baru ini menyembunyikan realitas level skuad mereka.

Baca juga : Barcelona Kehilangan Karakternya, Xavi pun Marah Besar

“Selama dua hingga tiga bulan terakhir, United telah menutupi luka-lukanya, bermain melawan tim-tim yang Anda tidak perlu tampil sebaik mungkin untuk mendapatkan poin. Hanya dua tim yang mereka lawan dari delapan besar, City dan Wolves, dan mereka mengalahkan, dan ada beberapa pertandingan sulit nanti," kata dia.

"Ruang ganti tidak runtuh, tetapi tak jauh dari itu. Buktinya ada di sana. Anda akan tahu bagaimana rasanya ketika keadaan semakin sulit dan banyak yang hilang," pungkas Keane.

sumber : antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA