Senin 07 Mar 2022 01:40 WIB

Microsoft Tangguhkan Penjualan Baru di Rusia

Perusahaan perangkat lunak dari AS itu mengatakan bekerja membantu pejabat keamanan siber di Ukraina melawan serangan Rusia - Anadolu Agency

Red: Nur Aini
Perusahaan perangkat lunak multinasional yang berbasis di Amerika Serikat (AS) Microsoft pada akhir pekan lalu mengumumkan telah menangguhkan semua penjualan produk dan layanan baru di Rusia
Perusahaan perangkat lunak multinasional yang berbasis di Amerika Serikat (AS) Microsoft pada akhir pekan lalu mengumumkan telah menangguhkan semua penjualan produk dan layanan baru di Rusia

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Perusahaan perangkat lunak multinasional yang berbasis di Amerika Serikat (AS) Microsoft pada akhir pekan lalu mengumumkan telah menangguhkan semua penjualan produk dan layanan baru di Rusia di tengah perang di Ukraina.

Microsoft mengatakan sedang berkoordinasi erat dengan pemerintah AS, Uni Eropa (UE), dan Inggris, menambahkan bahwa pihaknya menghentikan banyak aspek bisnisnya di Rusia sesuai dengan keputusan sanksi pemerintah.

Baca Juga

"Seperti seluruh dunia, kami khawatir, marah, dan sedih dengan gambar dan berita yang datang dari perang di Ukraina dan mengutuk invasi Rusia yang tidak dapat dibenarkan, tidak beralasan, dan melanggar hukum ini," kata Wakil Ketua dan Presiden Brad Smith dalam sebuah pernyataan.

"Kami percaya kami paling efektif dalam membantu Ukraina ketika kami mengambil langkah-langkah konkret dalam koordinasi dengan keputusan yang dibuat oleh pemerintah ini dan kami akan mengambil langkah tambahan karena situasi ini terus berkembang," ujar dia.

Microsoft mengatakan terus bekerja secara proaktif untuk membantu pejabat keamanan siber di Ukraina melawan serangan Rusia.

"Sejak perang dimulai, kami telah bertindak melawan Rusia, tindakan destruktif atau mengganggu lebih dari 20 pemerintah Ukraina, TI dan organisasi sektor keuangan," kata Smith.

"Kami juga telah bertindak melawan serangan siber yang menargetkan beberapa situs sipil. Kami secara terbuka menyatakan keprihatinan kami bahwa serangan terhadap warga sipil ini melanggar Konvensi Jenewa," tambah dia.

Perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari, telah menimbulkan kemarahan internasional, dengan Uni Eropa, AS, dan Inggris menerapkan sanksi keuangan yang keras terhadap Moskow.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/microsoft-tangguhkan-penjualan-baru-di-rusia/2524551
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement