Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Dinkes: Kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon Mulai Melandai

Sabtu 05 Mar 2022 23:37 WIB

Red: Friska Yolandha

Petugas gabungan berjaga saat uji coba ganjil genap di jalan RA Kartini, Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (13/8/2021). Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyatakan kasus COVID-19 harian di daerah itu mulai melandai.

Petugas gabungan berjaga saat uji coba ganjil genap di jalan RA Kartini, Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (13/8/2021). Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyatakan kasus COVID-19 harian di daerah itu mulai melandai.

Foto: Antara/Dedhez Anggara
Kasus harian turun menjadi kurang dari 100 per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyatakan kasus COVID-19 harian di daerah itu mulai melandai. Sebelumnya, kasus harian mencapai 300, kini turun menjadi di bawah 100 kasus per hari.

"Secara kasus harian memang menurun, semoga seterusnya," kata Kepala Seksi Imunisasi dan Surveilans Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Dendi Hamdi di Cirebon, Sabtu (5/3/2022).

Baca Juga

Dendi mengatakan dari data kasus COVID-19 harian, menunjukkan adanya penurunan kasus pada beberapa hari ini. Bahkan per hari penambahannya tidak lebih dari 100 orang.

Selain itu, kesembuhan juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Per hari, angka kesembuhan bisa di atas 200 orang yang menunjukkan kasus COVID-19 sudah bisa dikatakan melandai.

Pada pertengahan Februari 2022, kasus harian COVID-19 di Kabupaten Cirebon bahkan menyentuh angka 300 lebih kasus. Sedangkan pada awal Maret sudah menunjukkan adanya penurunan.

Dendi mengatakan pada Sabtu, kasus COVID-19 harian bertambah 60 orang, sedangkan kesembuhan terdapat penambahan 228 orang. "Untuk kasus kematian bertambah dua orang, dan kini totalnya terdapat 935 orang," tuturnya.

Sementara untuk kasus aktif COVID-19 juga mengalami penurunan yang sebelumnya mencapai 2.000 orang, kini berada di angka 1.179 orang. "Dari kasus aktif itu, 964 orang menjalani isolasi mandiri dan 215 orang menjalani perawatan di rumah sakit," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA