Sabtu 05 Mar 2022 18:27 WIB

Hindari Stres Saat Asuh Anak Selama Pandemi Lewat Metode SABAR

Pembagian tugas menjadi salah satu cara hindari stres saat asuh anak

Rep: Santi Sopia/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Warga berolahraga sambil mengasuh anak di fasilitas olahraga Lapangan Karang, Kotagede, Yogyakarta. Pembagian tugas menjadi salah satu cara hindari stres saat asuh anak
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Warga berolahraga sambil mengasuh anak di fasilitas olahraga Lapangan Karang, Kotagede, Yogyakarta. Pembagian tugas menjadi salah satu cara hindari stres saat asuh anak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Orang tua kerap dihadapkan dengan tantangan pengasuhan yang berkaitan dengan tumbuh kembang si kecil. Kekhawatiran pun kian menjadi terlebih saat harus menyikapi perubahan rutinitas akibat pandemi Covid-19

Saskhya Aulia Prima selaku Psikolog Anak dan Co-Founder TigaGenerasi mengatakan penting bagi setiap orang tua untuk bisa mentolerir hal-hal yang tidak pasti agar tidak mudah stres dalam pola asuh. Orang tua perlu membangun komunikasi lebih terbuka. Jika menghadapi tantangan, orang tua juga dapat berkonsultasi  dengan ahli untuk mencapai hubungan antar keluarga yang lebih kuat.

Baca Juga

“Ada upaya yang bisa dilakukan supaya keterampilan anak tetap berkembang dan ortu tidak mudah stres, saya menyebutnya prinsip SABAR,” kata Saskhya dalam webinar Lazada Kids Festival, beberapa waktu lalu.

(S)esuaikan ekspektasi selama pengasuhan anak. Anak tidak mungkin anteng sepanjang waktu. Ibu juga tidak bisa terus menerus berharap dibantu suami atau orang lainnya. Jadi, memang ekspektasi harus disesuaikan.

(A)tur pembagian tugas dalam pengasuhan anak. Misalnya, main loncat-loncatan bersama ayahnya pada sore dan malam. Sedangkan saat belajar bersama ibunya atau saling bantu dilandasi ekspektasi yang sesuai.

(B)entuk eksplorasi kegiatan atau privat secara daring untuk meningkatkan keterampilan. Banyak orang tua yang masih bingung bagaimana meningkatkan beberapa kemampuan anak. Padahal, sekarang sudah banyak sekali aktivitas daring ataupun luring yang bisa dicoba. Hal ini sangat penting bagi anak untuk mengembangkan keterampilan, khususnya usia prasekolah. Anak prasekolah termasuk usia emas yang perlu dioptimalkan. Ortu jug bisa memanfaatkan waktu kosong anak dalam bereksplorasi.

(A)jak anak untuk role play dan lebih sering berinteraksi bersama anggota keluarga. Interaksi dengan teman, guru, kerabat saudara, hingga orang dewasa yang tak dikenalnya, bisa mengasah anak untuk belajar memahami kebiasaan, serta empatinya.

(R)est and relax dengan diri sendiri serta pasangan. Jangan paksa diri untuk tidak beristirahat saat bermain dengan anak. Penting untuk beristirahat sejenak atau meminta bantuan orang lain akan suatu pekerjaan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement