Sabtu 05 Mar 2022 09:06 WIB

Menag Tak Ingin KUA Sekadar Urus Pernikahan 

Menag menilai peran vital KUA dalam aktivitas keagamaan dan sosial

Ilustrasi Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai representasi Kementerian Agama. Menag menilai peran vital KUA dalam aktivitas keagamaan dan sosial
Foto: Kementerian Agama
Ilustrasi Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai representasi Kementerian Agama. Menag menilai peran vital KUA dalam aktivitas keagamaan dan sosial

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, ingin Kantor Urusan Agama (KUA) tidak sekadar mengurus pernikahan, tetapi termasuk media dalam menggerakkan praktik moderasi beragama serta aktivitas sosial lainnya.

 

"Pelayanan KUA harus prima, tidak semata kantor urusan asmara, tapi sesuai namanya, yaitu Kantor Urusan Agama," ujar Menag Yaqut dalam rilis Raker Ditjen Bimas Islam Kemenag yang diterima di Jakarta, Jumat (4/3/2022).

 

Yaqut mengatakan revitalisasi KUA menjadi salah satu program prioritasnya demi meningkatkan layanan keagamaan bagi masyarakat hingga level terbawah.

 

Dengan revitalisasi ini, kata dia, KUA tidak sekadar pencatat pernikahan saja. Lebih dari itu, KUA diharapkan memiliki peran strategis yakni sebagai pusat data keagamaan dan unit layanan langsung keagamaan hingga tingkat kecamatan.

 

"Urusan agama sangat banyak, dari lahir sampai mati. jangan sampai saat ada masyarakat yang ingin dilayani, kita tidak berada dalam posisi sempurna untuk melayani," kata dia.

 

Dia mengatakan revitalisasi telah dilakukan pada 106 KUA pada 2021. Tahun ini, Kemenag menargetkan proses revitalisasi bisa dilakukan pada 1.000 KUA di seluruh Indonesia.

 

"Anggaran yang tersedia saat ini baru cukup untuk 250 KUA. Kita akan cari solusi anggarannya, semoga bisa kita capai dalam waktu dekat," ujar Menag.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin, mendorong dibentuknya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di KUA sebagai salah satu bentuk layanan bagi masyarakat.

 

Layanan ini, kata dia, merupakan upaya meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai sarana pemberdayaan ekonomi umat.

 

"Kalau UPZ KUA terbentuk, dampaknya dahsyat sekali untuk pemberdayaan ekonomi umat dengan terus bersinergi bersama Baznas dan BWI," kata dia.

 

Hingga saat ini terdapat tujuh UPZ KUA yang sudah terbentuk. Dia meyakini program Revitalisasi KUA dengan semua dukungannya ini akan berjalan dengan mulus. "Pasti ada tantangan, tapi dengan semangat, visi, dan komitmen yang sama kita yakin ini akan terlaksana dengan baik," kata dia.  

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement